Byklik.com | Jakarta — Setelah mangkrak lebih dari satu dekade dan menjadi simbol kegagalan proyek transportasi ibu kota, tiang monorel di kawasan HR Rasuna Said akhirnya akan dibongkar. Polda Metro Jaya kini menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak pembongkaran tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, rekayasa lalu lintas masih dalam tahap kajian dan akan diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Dimungkinkan akan ada rekayasa. Masih kami kaji,” ujar Komarudin, Senin, 12 Januari 2026.
Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menambahkan, pembahasan rekayasa lalu lintas masih dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jakarta. Hingga kini, titik-titik pengalihan arus belum ditetapkan.
“Pastinya akan ada rekayasa. Saat ini kami masih rapat bersama Pemprov Jakarta untuk kesiapan pelaksanaan pembongkaran tiang monorel tersebut,” kata Robby.
Pembongkaran tiang monorel dijadwalkan mulai Rabu, 14 Januari 2026. Setelah struktur dibongkar, pemerintah akan melanjutkan dengan perbaikan Jalan HR Rasuna Said, yang selama bertahun-tahun terdampak keberadaan tiang proyek mangkrak tersebut.
Proyek monorel Jakarta sendiri telah lama terhenti dan menyisakan tiang-tiang beton di sejumlah ruas jalan utama. Keberadaannya kerap dikeluhkan warga karena mengganggu estetika kota, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas, tanpa pernah memberi manfaat nyata bagi publik.
Pembongkaran ini menandai akhir dari proyek monorel yang gagal, sekaligus menjadi pengakuan terbuka atas ketidakberlanjutan proyek infrastruktur yang sempat digadang-gadang sebagai solusi transportasi massal Jakarta.











