Berita Utama

Bersama Wagub, Mendagri Tinjau Desa Badak Gayo Lues

Avatar
×

Bersama Wagub, Mendagri Tinjau Desa Badak Gayo Lues

Sebarkan artikel ini
Mendagri tiba di Gayo Lues, Minggu, 11 Januari 2026. [Foto: Humas Pemkab Galus]

Byklik.com | Blangkejeren — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meninjau langsung progres penanganan pascabencana serta kondisi warga terdampak di Kabupaten Gayo Lues, Minggu, 11 Januari 2026.

Setibanya di Bandara Blangkejeren, Mendagri dan Wagub Aceh disambut Bupati Gayo Lues Suhaidi, Wakil Bupati Maliki, unsur Forkopimda, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Rombongan kemudian bergerak ke Desa Badak dan Jembatan Aih Bobo, lokasi yang mengalami kerusakan parah akibat luapan banjir.

Di lokasi tersebut, Mendagri melihat langsung sisa-sisa banjir yang merendam permukiman warga serta kerusakan infrastruktur vital. Tito menyampaikan bahwa secara umum aktivitas ekonomi di pusat Kota Blangkejeren mulai kembali berjalan. Meski demikian, pemerintah pusat tetap menyiapkan skema perlindungan sosial bagi warga yang terdampak.

Baca Juga  Sekda Aceh Tinjau Gotong Royong Pascabanjir di Pidie Jaya

“Warga yang mengalami penurunan kondisi ekonomi pascabencana dapat diusulkan masuk program bantuan sosial, seperti BLT, Program Keluarga Harapan sekitar Rp600 ribu per bulan, Program Prakerja, serta PBI BPJS Kesehatan,” ujar Tito.

Sementara itu, Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan rencana pembangunan empat jembatan permanen, termasuk Jembatan Aih Bobo, yang menjadi akses penting menuju rumah sakit, Desa Badak, dan fasilitas umum lainnya. Pembangunan jembatan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada 2026.

Baca Juga  HAB ke-80, Kemenag Kerahkan 1.330 Relawan Pulihkan Madrasah di Aceh

“Jembatan Aih Bobo sangat vital sebagai jalur alternatif layanan kesehatan dan mobilitas warga. Saat ini kami tengah menyiapkan perencanaan secara matang,” kata Suhaidi.

Pemkab Gayo Lues juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dengan menghimpun data akurat terkait dampak bencana. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan lanjutan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Data ini akan kami sampaikan ke pemerintah pusat. Mendagri menyebutkan akan dibahas bersama Presiden pada Kamis mendatang,” ujar Suhaidi.