Byklik.com | Banda Aceh — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan seluruh tahapan telah siap dan pembangunan huntap tinggal masuk fase eksekusi.
Pernyataan itu disampaikan Maruarar dalam rapat Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Banda Aceh, Sabtu, 10 Januari 2026, yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Satgas, Sufmi Dasco Ahmad, dan dihadiri jajaran kementerian serta lembaga terkait.
Maruarar menyebut pemerintah telah menuntaskan penetapan lokasi clear and clean, pendataan by name by address, penyusunan desain, hingga proses lelang. “Kami sudah di tahap paling ujung, yaitu pembangunan hunian tetap,” katanya.
Berdasarkan data per 9 Januari 2026, total rumah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai sekitar 189.308 unit. Di Aceh tercatat lebih dari 148 ribu rumah rusak dan hanyut, sementara Sumatera Utara dan Sumatera Barat menyumbang lebih dari 40 ribu unit terdampak.
Pemerintah juga menyiapkan lahan relokasi seluas 473 hektare di Aceh dengan daya tampung sekitar 28.311 unit rumah. Dari 153 titik lahan yang diusulkan, 24 lokasi telah diverifikasi dan dinyatakan layak bangun.
Maruarar menegaskan pembangunan huntap harus berada di lokasi aman bencana, bebas sengketa hukum, dan dekat dengan sumber penghidupan warga. Ia menargetkan pelaksanaan fisik dapat dimulai pada Februari 2026, dengan Aceh Tamiang menjadi daerah pertama yang siap memulai.











