Ekonomi & Bisnis

30 Ribu Hektare Tambak di Aceh Rusak Akibat Banjir, Aceh Utara Terparah

Avatar
×

30 Ribu Hektare Tambak di Aceh Rusak Akibat Banjir, Aceh Utara Terparah

Sebarkan artikel ini
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya perikanan yang terdampak banjir di Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya perikanan yang terdampak banjir di Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara, 8–9 Januari 2026. 📷: Dok. KKP

ByKlik.com | Meureudu — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 30 ribu hektare tambak budi daya perikanan di Provinsi Aceh mengalami kerusakan pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut baru-baru ini. Bencana ini berdampak langsung pada lebih dari 30 ribu pembudi daya yang tersebar di berbagai titik.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa skala kerusakan mencakup hampir seluruh wilayah Aceh dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga sangat berat.

“Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare,” ungkap Menko Zulkifli Hasan saat melakukan peninjau lokasi terdampak di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (8/1).

Baca Juga  Tangis Bahagia dari Rumah Nomor 0232: Mimpi yang jadi Nyata

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menko Zulkifli bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, juga meninjau lokasi di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara pada Jumat (9/1/2026).

Menteri Trenggono merinci bahwa kerusakan tambak terjadi di 16 kabupaten/kota di Aceh. Berdasarkan data identifikasi, Kabupaten Aceh Utara merupakan wilayah dengan dampak kerusakan paling parah, yaitu lebih dari 10.000 hektare, Bireuen 4.900 hektare, dan Aceh Tamiang 3.400 hektare.

Kerusakan melanda tambak yang berada di wilayah daratan maupun pesisir. Adapun komoditas perikanan yang terdampak meliputi udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, hingga patin.

Baca Juga  Inovasi “Simak Ile” Antar Putri Mizanna Raih Juara II Penais Award 2025

Menteri Trenggono menjelaskan bahwa tim teknis telah melakukan pemetaan terhadap kondisi fisik tambak di lapangan. Beberapa lokasi dilaporkan mengalami kerusakan permanen akibat material longsor dan endapan lumpur.

“Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300-an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat,” jelas Menteri Trenggono.

Banjir besar yang disertai longsor ini melumpuhkan sektor perikanan budidaya di Aceh. Di beberapa lokasi, kondisi tambak dilaporkan rata dengan tanah akibat tergenang lumpur tebal yang dibawa oleh arus banjir, sehingga memerlukan penanganan intensif untuk proses pemulihan. []