Byklik.com | Jakarta — Kementerian Kesehatan telah mengerahkan 4.061 relawan kesehatan untuk menjaga layanan medis tetap berjalan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kementerian Kesehatan telah mengerahkan 4.061 relawan kesehatan untuk memastikan layanan medis tetap berjalan di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, ST, MKM, Jumat, 9 Januari 2026.
Para relawan disebar di 1.008 titik layanan kesehatan yang mencakup 309 puskesmas, 23 rumah sakit pemerintah, dan 377 pos kesehatan darurat, guna menjangkau masyarakat di wilayah dengan akses layanan yang terganggu.
Menurut Aji, di Provinsi Aceh relawan tersebar di 18 kabupaten/kota, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 1.065 relawan dan Aceh Tamiang 923 relawan. “Penempatan difokuskan pada daerah dengan kebutuhan layanan kesehatan yang tinggi pascabencana,” katanya.
Komposisi relawan didominasi tenaga medis. Tercatat 1.089 perawat, 873 dokter umum, dan 379 dokter spesialis diterjunkan langsung ke lapangan, didukung 1.720 tenaga kesehatan dan pendukung lainnya.
“Relawan tidak hanya memberikan pelayanan pengobatan, tetapi juga melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana,” ujar Aji.
Ia menambahkan, Kemenkes terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat agar distribusi relawan serta layanan medis berjalan efektif dan merata di wilayah terdampak.











