Byklik.com | Serpong – Alumni MAN Insan Cendekia Serpong menciptakan “Srikandi”, tempat sampah pintar berbasis kecerdasan buatan yang mampu memilah sampah secara otomatis.
Inovasi ini dikembangkan oleh startup Nusabin dan digagas tiga alumni angkatan 2022 MAN IC Serpong, yakni Zhafir, Rayhan, dan Galih. Srikandi dirancang sebagai solusi praktis pengelolaan sampah dari hulu, sekaligus wujud kewirausahaan teknologi berbasis nilai-nilai pendidikan madrasah.
Zhafir menjelaskan, sistem Srikandi bekerja dengan membaca jenis sampah secara otomatis sejak dibuang pengguna. Teknologi AI, IoT, dan robotika dipadukan agar proses pemilahan berlangsung cepat, efisien, dan tanpa menambah beban pengguna.
“Kami ingin pemilahan sampah itu sederhana, tapi berdampak besar,” ujarnya di Serpong, Jumat, 9 Januari 2026.
MAN Insan Cendekia Serpong menjadi lokasi awal uji coba inovasi tersebut. Pilot project berlangsung pada 8–22 Desember 2025, memungkinkan civitas akademika madrasah merasakan langsung sistem pemilahan otomatis berbasis data.
Rayhan menuturkan, Srikandi lahir dari keinginan alumni untuk kembali berkontribusi di lingkungan yang membentuk mereka. Inovasi ini, menurutnya, merupakan implementasi nyata nilai
“Belajar adalah Ibadah, Prestasi adalah Dakwah” dalam menjawab persoalan lingkungan. “Perubahan besar sering berawal dari kebiasaan kecil,” katanya.
Sementara itu, Galih mengungkapkan Nusabin didirikan pada Juli 2025 oleh para sahabat lama semasa IC Serpong yang kembali bertemu setelah menempuh pendidikan tinggi dan dunia kerja. Gagasan pengelolaan sampah pintar sebenarnya telah muncul sejak masa sekolah, namun baru menemukan bentuk dan mekanisme yang matang setelah lulus.
Kepala MAN IC Serpong Hilal Najmi menyebut Srikandi bukan sekadar tempat sampah, melainkan sistem yang mampu memilah, merekam, dan melaporkan data sampah secara otomatis.
“Cukup buang sampah seperti biasa, tanpa sadar pengguna sudah berkontribusi pada pengelolaan sampah berbasis data,” jelasnya.
Menurut Hilal, persoalan sampah telah menjadi isu nasional dengan tantangan utama pada edukasi dan kebiasaan. Inovasi seperti Srikandi dinilai menjadi jawaban generasi muda untuk menjembatani teknologi dan kesadaran lingkungan. MAN IC Serpong, kata dia, akan terus mendukung karya alumni yang berdampak bagi masyarakat.











