Headline

Bencana Memukul Rantai Pasokan, Inflasi Aceh Tertinggi

Avatar
×

Bencana Memukul Rantai Pasokan, Inflasi Aceh Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Rumah warga terdampak di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Minggu (28/12/2025). [Dok/Byklik.com]

Byklik.com | Jakarta — Aceh tercatat sebagai provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi secara nasional pada Desember 2025. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan atau year-on-year di Aceh mencapai 6,71 persen, jauh melampaui inflasi nasional yang berada di level 2,92 persen.

Capaian tersebut menempatkan Aceh di posisi teratas inflasi provinsi di Indonesia. Indeks Harga Konsumen Aceh tercatat sebesar 114,40, menunjukkan tekanan kenaikan harga yang lebih berat dibandingkan sebagian besar daerah lain.

Tingginya inflasi Aceh juga tercermin dari inflasi bulanan atau month-to-month yang mencapai 3,60 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatra dan jauh di atas inflasi bulanan nasional yang hanya 0,64 persen.

“Secara tahunan dapat kita lihat bahwa seluruh provinsi mengalami inflasi dan inflasi tertinggi terjadi di Aceh yaitu sebesar 6,71%,”kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin, (5/1/2026).

Kenaikan harga di Aceh, kata Pudji Ismartini, dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Secara nasional, kelompok ini mengalami inflasi 4,58 persen, dengan komoditas pangan utama seperti cabai merah, cabai rawit, beras, ikan segar, daging ayam ras, dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama tekanan harga.

Baca Juga  BNPB Kirim 27 Ton Bantuan via Laut untuk Aceh

Selain pangan, lonjakan harga juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat signifikan. Kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor dominan yang turut memperparah tekanan inflasi, termasuk di wilayah Aceh.

Di tingkat kabupaten dan kota, inflasi di Aceh menunjukkan angka yang tidak kalah mencolok. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan sebesar 8,90 persen, disusul Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 7,13 persen, serta Kota Banda Aceh sebesar 6,10 persen.

Baca Juga  Kak Ana Mualem Puji Posko Terpusat di Bireuen Salurkan Bantuan

Seluruh provinsi di Pulau Sumatra tercatat mengalami inflasi pada Desember 2025. Namun, laju inflasi Aceh menjadi yang paling tinggi, melampaui Sumatra Barat yang mencatat 5,15 persen dan Sumatra Utara sebesar 4,66 persen, sementara Lampung hanya mengalami inflasi 1,25 persen.

Secara nasional, inflasi Desember 2025 relatif terkendali di angka 2,92 persen dan sejalan dengan inflasi tahun kalender. Meski demikian, perbedaan tajam antarwilayah menunjukkan pengendalian harga belum merata di seluruh Indonesia.

Tingginya inflasi Aceh menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah dan pusat. Tanpa penguatan pengendalian harga, stabilisasi pasokan, dan perbaikan distribusi logistik, tekanan inflasi berisiko terus menggerus daya beli masyarakat Aceh dan memperlebar kesenjangan ekonomi antarwilayah.