Byklik.com | Jakarta — Krisis air bersih pascabencana di Aceh menjadi perhatian serius Polri. Melalui Divisi Humas, Polri membangun ratusan sumur bor di berbagai wilayah terdampak, dengan Aceh sebagai fokus utama. Dari total 569 titik sumur bor yang direncanakan di tiga provinsi, hampir 70 persen dialokasikan untuk Aceh sebagai daerah terdampak terparah.
Hingga saat ini, dari rencana 389 titik sumur bor di Aceh, sebanyak 171 titik telah terealisasi. Sebanyak 167 titik sudah aktif dan dimanfaatkan masyarakat, sementara empat titik lainnya masih dalam proses pembangunan. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan realisasi tertinggi, yakni 132 titik aktif dari target khusus 300 titik sumur bor.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, pembangunan sumur bor merupakan langkah konkret Polri untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat pascabencana, khususnya akses air bersih yang kerap menjadi persoalan krusial.
“Sumur bor ini adalah bentuk kehadiran negara melalui Polri. Kami memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memiliki akses air bersih sebagai kebutuhan paling mendasar untuk bertahan dan pulih,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo, Minggu (4/1/2026).
Selain Aceh Tamiang, pembangunan sumur bor juga tersebar di sejumlah kabupaten dan kota lain di Aceh, antara lain Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Barat, Pidie, Nagan Raya, dan Singkil.
Di luar Aceh, Polri juga melaksanakan pembangunan sumur bor di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di Sumatera Utara, seluruh 30 titik yang direncanakan telah terealisasi dan seluruhnya berstatus aktif, tersebar di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.
Sementara di Sumatera Barat, dari target 150 titik, sebanyak 48 titik telah terealisasi, terdiri atas 39 titik aktif dan sembilan titik masih dalam proses pembangunan. Pembangunan dilakukan di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan Kota Solok.
Brigjen Pol Trunoyudo menegaskan, Polri terus mendorong percepatan pembangunan di titik-titik yang belum rampung melalui koordinasi lintas pihak agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kami berharap sumur bor ini benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat terdampak, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya.











