Byklik.com | Jakarta — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak pemerintah membentuk badan khusus untuk menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra yang telah meluluhlantakkan 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Alex menilai penanganan bencana hidrometeorologi berskala masif ini tak cukup ditangani secara sektoral atau sementara. Kerusakan lingkungan yang luas, korban jiwa besar, serta potensi bencana berkepanjangan menuntut pendekatan luar biasa.
“Kita punya pengalaman tsunami Aceh-Nias, gempa, likuifaksi, dan longsor. Tapi banjir disertai kerusakan lingkungan masif seperti ini belum pernah kita hadapi. Karena itu, badan khusus mutlak dibutuhkan,” tegas Alex, Sabtu (3/1/2026).
Pernyataan itu disampaikan merespons persetujuan Presiden Prabowo Subianto atas pembentukan Satgas Kuala yang diusulkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Satgas tersebut difokuskan pada pengerukan sungai dan pengolahan air berlumpur di wilayah terdampak.
Menurut Alex, Satgas tersebut seharusnya ditingkatkan menjadi badan khusus agar penanganan tidak sebatas teknis pengerukan sungai, melainkan menyentuh rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh, sekaligus menghilangkan tumpang tindih kewenangan.
“Dengan badan khusus, anggaran tidak tersebar di banyak kementerian. Pendanaan bisa terpusat tanpa harus mengubah UU APBN,” ujarnya.
Alex juga menekankan pentingnya kepastian kehadiran negara bagi daerah dan penyintas, seraya mencontohkan keberhasilan BRR Aceh-Nias yang diakui dunia karena kepemimpinan efektif, transparansi, dan percepatan pemulihan pascabencana.
“Model BRR Aceh-Nias terbukti berhasil, bahkan menjadi rujukan negara lain. Kita berharap pendekatan serupa diterapkan untuk bencana Sumatra,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Bencana banjir dan longsor di Sumatra telah merenggut 1.157 korban jiwa, menyebabkan 165 orang hilang, serta memaksa 380.287 warga mengungsi. Kerusakan mencakup ribuan fasilitas pendidikan, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, puluhan ruas jalan, dan jembatan—dengan Aceh menjadi wilayah terdampak paling parah.











