Byklik.com | Banda Aceh — Pemerintah Aceh menyiapkan penugasan Relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahap Dua untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Fokus utamanya pembersihan sekolah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Posko Tanggap Darurat Kantor Gubernur Aceh, Kamis (1/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir. Rapat dihadiri para Asisten Sekda serta seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) sebagai bagian dari konsolidasi lintas perangkat daerah.
Dalam rapat itu diputuskan, Relawan ASN Tahap Dua akan diterjunkan selama tiga hari, 2–4 Januari 2026, dengan prioritas membersihkan ruang kelas, lingkungan sekolah, dan fasilitas pendukung pendidikan di wilayah terdampak.
Sekda Aceh M. Nasir menegaskan, kesiapan sekolah menjadi agenda krusial pada tahap lanjutan ini karena tahun ajaran akan segera berjalan.
“Jika sekolah tidak segera dapat difungsikan, dampaknya akan sangat besar terhadap proses belajar-mengajar anak-anak Aceh,” tegas Nasir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh SKPA dan ASN Pemerintah Aceh yang telah terlibat aktif sejak masa tanggap darurat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh ASN yang telah bekerja keras dalam penanganan bencana,” ujarnya.
Nasir mengajak seluruh jajaran Pemerintah Aceh untuk kembali bergerak secara solid dan maksimal pada penugasan tahap dua.
“Semua harus bahu membahu, bekerja sesuai kapasitas masing-masing, dan bersama-sama bergerak ke Aceh Tamiang,” katanya.
Dalam skema penugasan ini, setiap SKPA diminta mengerahkan hingga 75 persen ASN untuk terlibat langsung sebagai relawan di lapangan. Para ASN akan difokuskan pada percepatan pemulihan sarana pendidikan agar sekolah dapat segera digunakan kembali.
Penugasan Relawan ASN Tahap Dua merupakan kelanjutan dari gelombang pertama relawan ASN Pemerintah Aceh yang telah diterjunkan pada 29–30 Desember 2025 ke sejumlah daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh.











