Byklik.com | Banda Aceh — Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan laporan terkini penanganan dampak banjir dan longsor di Aceh, khususnya terhadap sivitas akademika, genap satu bulan pascabencana, Kamis (26/12/2025).
Dalam keterangannya, Rektor mengapresiasi dukungan berbagai pihak serta menegaskan komitmen USK untuk terlibat aktif dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menilai banjir kali ini memiliki karakteristik berbeda dengan bencana besar sebelumnya, seperti tsunami, karena sebaran wilayah terdampaknya luas dan kompleks.
“Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan tersebut masih sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam kondisi darurat, tetapi juga untuk menghadapi tantangan ke depan yang masih tinggi dan kompleks,” ucap Rektor.
Meski korban jiwa relatif kecil, Marwan menekankan kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik di berbagai daerah memperberat proses pemulihan. Oleh karena itu, bencana ini dinilai tidak bisa dianggap remeh dan membutuhkan penanganan jangka menengah hingga panjang.
Rektor mengungkapkan hingga kini 42 lembaga dan organisasi, serta lebih dari 100 individu, telah menyalurkan donasi melalui Rumah Amal USK, termasuk dari alumni dan komunitas Aceh di dalam maupun luar daerah.
Berdasarkan data sementara, tercatat 3.878 mahasiswa USK terdampak. Menyikapi kondisi tersebut, USK melakukan penyesuaian kebijakan akademik, termasuk meliburkan perkuliahan selama masa tanggap darurat hingga 8 Januari 2026 dan menggeser pelaksanaan Ujian Akhir Semester.
USK juga memberikan fleksibilitas metode evaluasi akademik, seperti penugasan atau bentuk lain yang disepakati dosen dan mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa dari wilayah terdampak. Dampaknya, jadwal registrasi dan awal perkuliahan semester berikutnya diperkirakan baru dimulai pada Februari 2026.
Terkait bantuan lanjutan, Rektor menyebutkan data mahasiswa terdampak masih dalam proses validasi dan akan dikelompokkan berdasarkan tingkat dampaknya. Mahasiswa dengan dampak paling berat, termasuk kehilangan orang tua atau keluarga inti, akan menjadi prioritas utama.
“USK berencana memberikan pembebasan biaya pendidikan hingga lulus bagi mahasiswa yang terdampak paling berat,” ujar Marwan, seraya menambahkan bahwa USK juga telah membentuk gugus kerja rehabilitasi dan rekonstruksi untuk menyusun rekomendasi bagi pemerintah Aceh.











