Byklik.com | Redelong — Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Rabu (26/11/2025) menyebabkan terputusnya pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah pusat bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan genset untuk mempercepat pemulihan layanan kelistrikan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan total 1.000 unit genset ke wilayah terdampak di Sumatra. Sebanyak dua pesawat Hercules terpantau mendarat di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (27/12/2025), membawa bantuan tersebut.
Asisten II Setdakab Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, S.IP., M.Si., mengatakan 250 unit genset lengkap dengan perlengkapannya dialokasikan untuk dua kabupaten, yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah.
“Genset ini akan diserahkan kepada PLN dan selanjutnya dipergunakan untuk desa-desa atau fasilitas umum yang hingga kini listriknya belum menyala,” ujar Samusi saat dikonfirmasi melalui telepon.
Ia menegaskan, bantuan genset dari pemerintah pusat sangat membantu masyarakat di wilayah yang belum teraliri listrik PLN secara normal akibat bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih. Mohon doanya agar distribusi genset dapat segera menjangkau kawasan terdampak secepatnya,” kata Samusi.
Bantuan tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan listrik darurat, terutama untuk fasilitas vital dan permukiman warga, sembari menunggu pemulihan jaringan listrik permanen.
Sebelumnya diberitakan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengirim bantuan 1.000 unit generator set (genset) dan 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator serta selang bagi warga terdampak banjir di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatra, Sabtu (27/12/2025).
Bantuan tersebut diprioritaskan untuk 224 desa di 10 kabupaten di Provinsi Aceh yang hingga kini masih mengalami pemadaman listrik akibat kerusakan jaringan pascabencana. Pemerintah menargetkan bantuan ini mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama listrik dan sarana memasak, selama masa pemulihan infrastruktur.
Pengiriman genset dilakukan menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara (TNI AU), sementara bantuan kompor gas beserta perlengkapannya diberangkatkan melalui pesawat kargo agar dapat segera tiba di lokasi terdampak.











