Headline

71 Ribu Warga Aceh Utara Bertahan di Pengungsian Akibat Banjir

Avatar
×

71 Ribu Warga Aceh Utara Bertahan di Pengungsian Akibat Banjir

Sebarkan artikel ini
Warga korban banjir mencuci piring ditempat pengungsian di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Sabtu (6/12/2025). [Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas]

ByKlik.com | Lhoksukon – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mencatat, hingga Selasa malam (16/12/2025) pukul 20.00 WIB, sebanyak 18.858 kepala keluarga atau 71.637 jiwa masih mengungsi akibat bencana banjir dan longsor.

“Secara keseluruhan, banjir telah merendam wilayah tempat tinggal 124.544 kepala keluarga atau 428.271 jiwa. Besarnya jumlah warga terdampak membuat beban penanganan pengungsian semakin berat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara yang layak,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Tgk. Muntasir Ramli, Rabu (17/12/2025).

Hingga saat ini, sebutnya, banjir menyebabkan 166 orang meninggal dunia, 2.015 orang luka-luka, dan 6 orang dinyatakan hilang. “Di lokasi pengungsian, kelompok rentan menjadi perhatian utama, terdiri atas 1.309 ibu hamil, 8.626 balita, 5.502 lansia, serta 382 penyandang disabilitas,” katanya.

Baca Juga  Mahasiswa USK Ukir Prestasi Internasional di Nepal

Selain memicu pengungsian massal, banjir dikatakan juga merusak permukiman warga. Dari total 117.291 rumah terdampak, sebanyak 1.219 rumah hilang, 16.793 rumah rusak berat, 6.134 rusak sedang, dan 15.126 rusak ringan. Kerusakan ini membuat banyak pengungsi belum dapat kembali ke rumah dan harus bertahan di posko dalam waktu yang belum dapat dipastikan.

Sektor penghidupan masyarakat turut terpukul. BPBD mencatat 14.509 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak terendam banjir. Kondisi ini berpotensi memperpanjang masa pemulihan pengungsi karena hilangnya sumber pendapatan utama warga, terutama petani dan nelayan tambak.

Baca Juga  Panwaslih Aceh Utara Matangkan Strategi Pengawasan Pemilu Lewat Kolaborasi Kelembagaan

Hingga kini, pengungsi tersebar di 226 titik lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai kecamatan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan, sembari memastikan layanan dasar di posko pengungsian tetap berjalan, terutama bagi kelompok rentan yang jumlahnya signifikan di tengah krisis banjir Aceh Utara.

Muntasir mencatat, berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara pertanggal, 22 November sampai 9 Desember 2025, pemerintah telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 347.157 ton.

“Di luar itu juga terdapat bantuan lainnya seperti air minum, mi instan, minyak goreng, makanan cepat saji, roti biskuit, sarden, telur, selimut, perlengkapan sekolah, tenda dan obat-obatan,” pungkasnya.