Berita Utama

Dewan Profesor USK Desak Akses Bantuan Internasional Dibuka

Bambang Iskandar Martin
×

Dewan Profesor USK Desak Akses Bantuan Internasional Dibuka

Sebarkan artikel ini
Dewan Profesor USK Desak Akses Bantuan Internasional Dibuka. (Ist)

Byklik.com | Banda Aceh – Situasi kemanusiaan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Provinsi Aceh, dilaporkan kian memburuk. Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Profesor Universitas Syiah Kuala (USK) mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berisi desakan agar pemerintah segera membuka akses bantuan kemanusiaan internasional.

Surat terbuka tersebut ditandatangani Ketua Dewan Profesor USK, Prof. Dr. Ir. Izarul Machdar, M.Eng. Dalam suratnya, Dewan Profesor menyoroti dampak bencana yang telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta melumpuhkan berbagai infrastruktur vital di wilayah terdampak.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai sekitar 1.006 orang. Selain itu, ratusan warga dilaporkan masih hilang dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.

“Jumlah pengungsi dan warga terdampak telah mencapai ratusan ribu jiwa, sementara banjir dan longsor merusak atau menghancurkan puluhan ribu rumah penduduk,” tulis Dewan Profesor USK dalam surat tersebut.

Baca Juga  [FOTO]: Aksi Bela Palestina di Banda Aceh

Kerusakan infrastruktur di Aceh menjadi perhatian utama. Tercatat sedikitnya 332 titik jembatan mengalami kerusakan, disertai dampak signifikan terhadap ribuan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan rumah ibadah. Kondisi ini diperparah dengan terputusnya jaringan telekomunikasi serta pemadaman listrik yang meluas, sehingga menghambat upaya penyelamatan dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam catatan kontekstualnya, Dewan Profesor USK juga menilai adanya kesenjangan antara kebutuhan mendesak di lapangan dan respons pemerintah pusat. Meski Pemerintah Aceh telah mengajukan permohonan bantuan kepada sejumlah lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti UNDP dan UNICEF, mekanisme penerimaan bantuan internasional dinilai belum diaktifkan secara optimal oleh pemerintah pusat.

“Alasan bahwa kemampuan nasional masih mencukupi tampaknya tidak sejalan dengan kondisi lapangan yang menunjukkan kebutuhan yang sangat besar dan mendesak,” demikian salah satu kutipan dalam surat tersebut.

Desakan pembukaan akses bantuan internasional dinilai semakin penting mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Dewan Profesor USK memperingatkan, tanpa respons yang cepat dan terkoordinasi, dampak kesehatan jangka panjang serta kelumpuhan sektor ekonomi mikro dan UMKM berisiko semakin meluas.

Baca Juga  51 Mahasiswa Geologi USK Teliti Struktur Batuan di Jantho

“Kondisi ini telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang memerlukan respons cepat dan terkoordinasi, termasuk keterlibatan bantuan kemanusiaan internasional yang hingga kini belum berjalan optimal,” tegas Prof. Izarul Machdar.

Sebagai bagian dari surat terbuka tersebut, Dewan Profesor USK menyampaikan sebelas rekomendasi strategis kepada pemerintah pusat, antara lain percepatan pembukaan akses transportasi utama, penetapan status darurat bencana nasional, pembentukan pusat koordinasi logistik kemanusiaan di Aceh, penyederhanaan prosedur masuknya bantuan internasional, hingga penegasan komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan kemanusiaan.

Rekomendasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan krisis serta meminimalkan dampak lanjutan yang ditimbulkan oleh bencana besar di wilayah Sumatera.

Pewarta: Ihan Sunrise