Berita Utama

Syaifullah Muhammad Dorong Hilirisasi Nilam di Universitas Riau

Raudhatul
×

Syaifullah Muhammad Dorong Hilirisasi Nilam di Universitas Riau

Sebarkan artikel ini
Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat ke-8 Universitas Riau (Unri) di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Kamis, 15 Oktober 2026. (Ist(

Byklik.com | Pekanbaru – Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, S.T., M.Eng., mendorong pengembangan dan hilirisasi nilam sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah serta memperkuat ekonomi masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat ke-8 Universitas Riau (Unri) di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Kamis, 15 Oktober 2026.

Syaifullah yang juga dosen Fakultas Teknik USK menilai pengembangan komoditas lokal perlu diarahkan pada hilirisasi agar tidak terbatas pada produksi bahan mentah. Melalui penerapan teknologi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, komoditas daerah berpotensi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Menurut dia, hilirisasi juga dapat membuka peluang usaha dan memperkuat daya saing produk lokal apabila didukung riset yang aplikatif serta keterlibatan pemerintah, industri, dan masyarakat.

“ARC USK siap berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia untuk mengembangkan hilirisasi berbasis komoditas unggulan daerah demi meningkatkan ekonomi rakyat,” ujar Syaifullah.

Seminar nasional tersebut mengusung tema “Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Kolaborasi untuk Penguatan dan Kemandirian Ekonomi Lokal dalam Mendukung SDGs Menuju Kampus Berdampak”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi akademisi, pemerintah, dan pelaku industri untuk memperkuat sinergi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Perguruan Tinggi Harus Hadirkan Solusi

Dalam pemaparannya, Syaifullah menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat menjawab persoalan masyarakat. Menurut dia, hasil penelitian tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi perlu diterapkan agar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi.

Baca Juga  Lantik 47 Keuchik, Wali Kota Serukan Perang Narkoba

“Perguruan tinggi merupakan sumber pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Perguruan tinggi harus berkontribusi besar terhadap kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan ilmu pengetahuan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan akademisi tidak hanya diukur dari gelar atau jabatan yang diraih, tetapi juga dari kontribusi ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

“Tak ada gunanya menjadi profesor kalau tidak mampu mendedikasikan pengetahuan yang bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Pandangan tersebut, menurut Syaifullah, perlu menjadi landasan bagi perguruan tinggi untuk memperkuat penelitian terapan dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan kampus dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Singgung Inovasi untuk Persoalan Kabut Asap

Selain membahas hilirisasi komoditas unggulan, Syaifullah menyoroti peran perguruan tinggi dalam mencari solusi terhadap persoalan lingkungan, termasuk ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan.

Dalam sesi diskusi, ia mengemukakan gagasan mengenai pemanfaatan teknologi untuk mengolah asap menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Gagasan tersebut disampaikan sebagai salah satu pendekatan inovatif yang dapat dikaji lebih lanjut melalui penelitian dan pengembangan teknologi.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan perusakan hutan. Menurutnya, pemanfaatan inovasi teknologi perlu berjalan seiring dengan upaya pencegahan dan penanganan kerusakan lingkungan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Hadirkan Akademisi, Pemerintah, dan Industri

Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat ke-8 Universitas Riau dibuka oleh Rektor Unri, Prof. Dr. Sri Indarti, yang diwakili Wakil Rektor I Unri.

Baca Juga  Harbour Energy Perkuat Literasi Energi Mahasiswa Aceh Lewat Seminar Nasional

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, dan industri. Mereka antara lain I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Purnawa Irawansyah dari Bappeda Riau; perwakilan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) PT RAPP; Dr. Kespansiar; serta Prof. Dr. Emilda Firdaus, dosen Fakultas Hukum Universitas Riau.

Seminar tersebut mencakup lima subtema, yaitu sosial, ekonomi, dan budaya; hukum dan humaniora; teknik, kesehatan, pertanian, dan perikanan; pendidikan dan lingkungan; serta multidisiplin ilmu.

Artikel yang dipresentasikan dalam kegiatan tersebut direncanakan dipublikasikan melalui prosiding elektronik (e-proceedings) dalam UNRI Conference Series: Community Engagement, dengan DOI dan E-ISSN sesuai ketentuan penerbitan. Artikel terbaik juga berkesempatan diterbitkan pada jurnal RAJE sesuai persyaratan dan kebijakan penerbit.

Perkuat Kolaborasi dan Kemandirian Ekonomi

Melalui semangat “Bersinergi, Berkolaborasi, Berdampak”, seminar nasional ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan tindak lanjut yang memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat.

Pengembangan nilam melalui hilirisasi menjadi salah satu contoh upaya menghubungkan hasil penelitian, inovasi teknologi, dan kebutuhan industri dengan potensi ekonomi lokal.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pengembangan komoditas unggulan daerah diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas peluang usaha, dan memperkuat daya saing ekonomi masyarakat.

Bagi perguruan tinggi, upaya tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memastikan bahwa pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.[]