Berita Utama

Bupati Aceh Timur Evaluasi PDAM, Siapkan Tim Audit

Bambang Iskandar Martin
×

Bupati Aceh Timur Evaluasi PDAM, Siapkan Tim Audit

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky saat menerima kedatangan Direktur PDAM Tirta Peusada berserta jajaran di Pendopo Bupati, Rabu, 14 Oktober 2026. (Foto: Prokopim Aceh Timur)

Byklik.com | Idi Rayeuk – Keluhan distribusi air bersih di sejumlah kecamatan mendorong Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengevaluasi kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Peusada. Ia meminta manajemen perusahaan segera membenahi pelayanan dan menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi gangguan pasokan air kepada masyarakat.

Evaluasi tersebut dilakukan dalam rapat bersama jajaran manajemen PDAM di Pendopo Bupati Aceh Timur, Rabu, 14 Oktober 2026. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah meminta penjelasan mengenai kendala operasional yang menyebabkan distribusi air bersih belum berjalan optimal.

Keluhan pelanggan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Madat, Lhoknibong, Pante Bidari, Idi, Nurussalam, hingga Peureulak. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi melalui pelayanan yang memadai.

“Ini harus segera kita sikapi agar permasalahan di tubuh PDAM bisa diketahui dan kita cari jalan keluarnya. Kita ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat belum berjalan sebagaimana mestinya,” kata Al-Farlaky dalam rapat tersebut.

Ia menjelaskan, rapat itu merupakan pertemuan perdana yang dipimpinnya secara langsung bersama jajaran PDAM Tirta Peusada. Pengawasan internal sebelumnya telah dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi operasional dan kualitas pelayanan perusahaan daerah tersebut.

Menurut Al-Farlaky, pemenuhan kebutuhan air bersih harus menjadi prioritas PDAM. Keluhan pelanggan, kata dia, perlu dijawab melalui tindakan nyata, bukan hanya penjelasan mengenai kendala yang dihadapi.

Baca Juga  Pertamina Panaskan Antusiasme MotoGP 2026 Menuju Mandalika

“Masyarakat tidak boleh terus-menerus membeli air, apalagi ini bulan Maulid, kebutuhan air meningkat,” ujarnya.

Al-Farlaky juga menyoroti laporan pelanggan yang menyebutkan air tidak mengalir dalam waktu lama. Ia meminta manajemen PDAM memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan sekaligus menyampaikan langkah penanganan yang dilakukan.

“Komplain pelanggan belakangan ini semakin masif. Ini harus kita jawab dengan solusi yang konkret. Kalau air berbulan-bulan tidak mengalir, tentu masyarakat membutuhkan penjelasan yang jelas dan tindakan nyata dari PDAM,” katanya.

Bupati Siapkan Tim Audit

Selain mengevaluasi distribusi air, Al-Farlaky menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada pelanggan. Ia meminta PDAM memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, untuk menyampaikan informasi mengenai gangguan teknis, kendala operasional, dan perkembangan penanganan masalah.

Menurut dia, informasi yang jelas diperlukan agar masyarakat mengetahui kondisi pelayanan serta upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengatasi gangguan distribusi.

Al-Farlaky juga menegaskan bahwa capaian dan penghargaan yang diperoleh PDAM harus sejalan dengan kualitas pelayanan yang dirasakan pelanggan.

“Kita ingin ada penjelasan yang baik dan terbuka. Jangan sampai capaian atau penghargaan yang diperoleh tidak sejalan dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Yang paling penting, pelanggan merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Baca Juga  Kemenag Aceh Resmikan Kelas Internasional MAN 1 Aceh Barat

Sebagai tindak lanjut evaluasi, Al-Farlaky menyatakan akan segera membentuk tim audit untuk menelaah kondisi PDAM Tirta Peusada. Tim tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan yang menghambat pelayanan dan menyusun rekomendasi perbaikan.

“Tim ini segera bekerja. Kita harus mencari jalan keluarnya. Kita tidak ingin pelanggan terus merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan kita adalah melakukan perbaikan agar masyarakat mendapatkan layanan air bersih sebagaimana mestinya,” katanya.

PDAM Akui Kendala Teknis

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Peusada, Iskandar, mengakui adanya kendala teknis di lapangan yang memengaruhi pelayanan kepada pelanggan.

Menurut dia, beberapa sistem pompanisasi yang digunakan saat ini telah berusia tua sehingga membutuhkan perawatan rutin dan penanganan lebih lanjut.

Pihaknya menyatakan akan terus membenahi sistem operasional untuk meningkatkan kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.

Evaluasi dan rencana audit tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai penyebab gangguan distribusi air di Aceh Timur. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas perbaikan, termasuk penanganan persoalan teknis dan peningkatan kualitas pelayanan.

Pemerintah daerah dan manajemen PDAM perlu memastikan tindak lanjut evaluasi disertai langkah terukur, jadwal penanganan, serta informasi yang jelas kepada pelanggan. Dengan demikian, perbaikan pelayanan dapat dipantau dan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat ditangani secara lebih baik.***