Berita Utama

Aceh Tengah Dorong Hilirisasi Kopi Lewat Rumah Kopi

Bambang Iskandar Martin
×

Aceh Tengah Dorong Hilirisasi Kopi Lewat Rumah Kopi

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, audiensi dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Nirwan Ahmad Helmi, di Kantor Pusat Kementerian Transmigrasi, Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tengah)

Byklik.com | Jakarta – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mendorong hilirisasi kopi melalui rencana pembangunan Rumah Kopi senilai sekitar Rp2 miliar di kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara, Kecamatan Jagong Jeget, pada 2027.

Fasilitas ini diharapkan memperkuat pengolahan hasil perkebunan, meningkatkan nilai tambah kopi petani, dan membuka peluang pemasaran produk lokal ke pasar ekspor.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Nirwan Ahmad Helmi, di Kantor Pusat Kementerian Transmigrasi, Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026.

Pertemuan itu menindaklanjuti rekomendasi hasil riset Tim Ekspedisi Patriot pada 2025 yang mengusulkan pembangunan Rumah Kopi sebagai sarana pengembangan komoditas unggulan dan penguatan hilirisasi kopi di kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara.

Nirwan Ahmad Helmi mengatakan, Kementerian Transmigrasi akan mengupayakan pembangunan Rumah Kopi tersebut pada 2027. Fasilitas itu diharapkan mendukung peningkatan kualitas biji kopi, memperkuat proses pengolahan, dan mendorong produk kopi lokal memenuhi standar pasar internasional.

“Insya Allah, pada tahun 2027 kita upayakan pembangunan Rumah Kopi di Jagong Jeget. Kita berharap kualitas kopi dari kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara semakin baik, memiliki standar yang berorientasi ekspor, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Nirwan.

Baca Juga  Kapolda Aceh Buka Rapim 2026, Tekankan Sinkronisasi Kebijakan dan Profesionalisme

Berdasarkan rencana yang dibahas, kebutuhan anggaran pembangunan Rumah Kopi diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Anggaran tersebut direncanakan terdiri atas Rp1,5 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp500 juta untuk pengadaan peralatan pengolahan kopi.

Meski demikian, pembangunan tersebut masih memerlukan tindak lanjut dalam proses perencanaan dan penganggaran. Dengan demikian, realisasi pada 2027 masih bergantung pada ketersediaan anggaran dan keputusan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menilai sinergi antarkementerian penting untuk memastikan pengembangan kopi memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat. Menurut dia, dukungan terhadap sektor perkebunan perlu dilanjutkan dengan penyediaan fasilitas pengolahan dan perluasan akses pemasaran.

Ia menyebutkan, Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan berupa bibit kopi dan mulsa yang telah diterima dan ditanam. Dukungan tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui program Kementerian Transmigrasi, terutama dalam penyediaan sarana pengolahan hasil perkebunan.

“Kolaborasi antarkementerian sangat penting. Kementerian Pertanian sudah membantu bibit dan sarana pertanian, kemudian Kementerian Transmigrasi mengupayakan Rumah Kopi. Harapannya, hasil produksi petani tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut sampai pengolahan, peningkatan kualitas, dan pemasaran hingga ekspor,” kata Haili Yoga.

Haili juga menyoroti peluang keterlibatan generasi muda dalam pengembangan industri kopi Aceh Tengah. Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan fasilitas yang memadai, generasi muda diharapkan dapat menghasilkan produk berkualitas secara konsisten, mengembangkan usaha, serta membuka lapangan kerja di kawasan transmigrasi.

Baca Juga  Bupati Haili Yoga Luncurkan Posyandu 6 SPM di Aceh Tengah

Selain pembangunan Rumah Kopi, pertemuan tersebut membahas usulan pembangunan pasar rakyat di kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara. Usulan itu muncul setelah kebakaran berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Nirwan menjelaskan, Kementerian Transmigrasi akan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia untuk mendukung pembangunan pasar tersebut. Jika anggaran belum mencukupi, pihaknya akan menjajaki koordinasi dengan Kementerian Perdagangan atau mencari kemungkinan dukungan dari pihak ketiga.

Pasar rakyat diharapkan menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat, sedangkan Rumah Kopi direncanakan sebagai sarana pengolahan dan pengembangan komoditas unggulan. Kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat saling mendukung dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan transmigrasi Jagong Jeget.

Dalam pertemuan itu, Nirwan Ahmad Helmi turut didampingi Direktur Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi, Sofyan Hanafi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap pembahasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan program dan dukungan anggaran yang terukur. Melalui pengembangan dari tahap budidaya hingga pengolahan dan pemasaran, kopi lokal diharapkan memiliki nilai tambah lebih tinggi serta memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.***