Berita Utama

Indonesia-Inggris Luncurkan Tangguh+ Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

Avatar
×

Indonesia-Inggris Luncurkan Tangguh+ Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono saat peluncuran Tangguh+ di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026. [Foto: Kemenkes]

Byklik.com | Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Pemerintah Inggris meluncurkan UK–Indonesia Health Partnership Platform atau Tangguh+ untuk memperkuat kerja sama kesehatan kedua negara. Platform ini diharapkan mempercepat transformasi kesehatan Indonesia melalui pengembangan tenaga kesehatan, inovasi teknologi, riset, serta penguatan ketahanan menghadapi ancaman kesehatan global.

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, kemitraan Indonesia–Inggris harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kesepakatan dan pertemuan bilateral. Kolaborasi tersebut perlu diarahkan untuk memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta memastikan keberlanjutan layanan kesehatan.

“Nilai nyata dari kemitraan strategis tidak hanya terletak pada keterlibatan dan perjanjian yang kita tandatangani, tetapi pada kemampuan kita menyatukan keahlian, institusi, dan sumber daya yang tepat untuk memberikan hasil yang berkelanjutan,” ujar Dante dalam peluncuran Tangguh+ di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Dante menjelaskan, kerja sama kesehatan Indonesia–Inggris telah memiliki landasan melalui nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan RI dan Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial Inggris yang ditandatangani pada 20 Mei 2025.

Baca Juga  Brimob Aceh dan DLHK Bersihkan Taman Kehati Subulussalam

Nota kesepahaman tersebut mencakup tujuh bidang, yakni pelayanan kesehatan, pengawasan dan pengendalian penyakit, sains dan inovasi kesehatan, tenaga kesehatan, penelitian klinis, kesehatan digital, serta pergeseran pendekatan dari pengobatan menuju pencegahan.

Melalui Tangguh+, kedua negara akan memperkuat kolaborasi pada tiga peluang utama, yaitu pengembangan tenaga kesehatan, inovasi teknologi, dan keamanan kesehatan. Kerja sama juga mencakup penguatan sistem dan infrastruktur kesehatan, riset dan inovasi, serta kemitraan publik-swasta.

Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung pemerataan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan.

Peluncuran Tangguh+ turut menampilkan lima inisiatif kerja sama, meliputi UK–Indonesia Digital Health Programme, ASEAN–UK Health Security Partnership, proyek penguatan International Health Regulations oleh UK Health Security Agency (UKHSA), kemitraan strategis Cancer Research UK dengan Indonesia, serta kerja sama di bidang layanan kesehatan dan ilmu hayati (healthcare and life sciences).

Baca Juga  Aceh Tengah Terima Lima Unit Ambulans dari Kemenkes

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, mengatakan Inggris berkomitmen mendukung transformasi kesehatan Indonesia melalui kolaborasi antarpemerintah, layanan kesehatan nasional Inggris atau National Health Service (NHS), universitas, lembaga penelitian, dan sektor swasta.

Sementara itu, Direktur Jenderal Global Issues pada Foreign, Commonwealth and Development Office Inggris, Melinda Bohannon, menegaskan bahwa kemitraan tersebut dibangun atas dasar kepentingan bersama, pertukaran keahlian, dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

Dante berharap Tangguh+ mampu menjembatani kesenjangan antara komitmen kerja sama dan pelaksanaan program di lapangan. Dengan koordinasi yang lebih terarah, platform ini diharapkan memastikan berbagai inisiatif bilateral memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Mari kita satukan kesenjangan antara apa yang kita cita-citakan dan apa yang layak didapatkan oleh masyarakat kita,” tutup Dante.