Ekonomi & BisnisHeadline

Target Investasi Aceh 2026 Naik Jadi Rp9,8 Triliun

Raudhatul
×

Target Investasi Aceh 2026 Naik Jadi Rp9,8 Triliun

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marwan Nusuf, Kamis, 8 Oktober 2026. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menaikkan target realisasi investasi pada 2026 menjadi sekitar Rp9,8 triliun, meningkat dibandingkan target investasi 2025 yang ditetapkan sebesar Rp9,5 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marwan Nusuf, mengatakan peningkatan target tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja di Aceh.

“Target investasi kita di tahun 2026 adalah Rp9,8 triliun. Tahun 2025 target investasi kita adalah Rp9,5 triliun,” kata Marwan dalam kegiatan Aceh Business Forum (ABF) di Hotel Kryad Muraya, Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Marwan, pencapaian target investasi tidak hanya bergantung pada besarnya modal yang masuk, tetapi juga kualitas pelayanan pemerintah kepada pelaku usaha.

Pelayanan perizinan yang cepat, mudah, dan tetap sesuai ketentuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Marwan mengibaratkan pelayanan perizinan seperti seorang guru yang memberikan nilai kepada siswa. Penilaian harus didasarkan pada hasil dan jawaban yang diberikan, bukan berdasarkan identitas siswa.

Baca Juga  Apresiasi Dunia Perkuat Komitmen Aceh Melindungi Hutan

“Kalau memang bagus dia jawab, ya nilainya 10 atau 9. Kalau tidak bagus dia jawab, ya nilainya jelek. Jangan kita melihat siapa muridnya dulu, nama muridnya dulu, baru kita kasih nilai. Itu namanya tidak objektif,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha melalui proses perizinan yang lebih efektif. Namun, percepatan pelayanan tetap harus dilakukan dengan memperhatikan kelengkapan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Marwan menilai investasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Semakin banyak investasi yang masuk, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat.

“Nilai investasi itu juga sangat dipengaruhi oleh pelayanan kita terhadap pelaku usaha. Bagaimana kita melayani pelaku usaha,” katanya.

Untuk memastikan kualitas pelayanan, DPMPTSP Aceh secara berkala melakukan survei terhadap pelaku usaha. Survei tersebut mencakup sejumlah aspek pelayanan, termasuk kecepatan dan proses penerbitan perizinan.

Marwan menyebut hasil survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan DPMPTSP Aceh selama ini relatif tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk memberikan kepastian serta kenyamanan bagi investor.

Baca Juga  KEK Arun Lhokseumawe, Magnet Investasi di Ujung Barat Indonesia

Karena itu, ia mengajak para pelaku usaha tidak ragu menanamkan modal di Aceh. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan yang mendukung kemudahan berusaha dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

“Jangan takut untuk berinvestasi di Aceh,” katanya.

Marwan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mencapai target investasi tersebut. Berbagai persoalan yang muncul selama proses investasi perlu dibahas bersama agar dapat ditemukan solusi yang tepat.

“Melalui persoalan-persoalan yang kita hadapi di masyarakat, mari kita diskusi bersama. Mari kita cari jalan keluar, mari kita pecahkan bersama,” ujarnya.

Ia berharap peningkatan investasi di Aceh tidak hanya tercermin dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan usaha, dan penguatan perekonomian daerah.