Berita Utama

Kemenag Salurkan Rp9 Miliar untuk Pulihkan KUA di Aceh

Bambang Iskandar Martin
×

Kemenag Salurkan Rp9 Miliar untuk Pulihkan KUA di Aceh

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menyerahkan bantuan secara simbolis saat mengunjungi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu, 7 Oktober 2026. (Foto: Kanwil Kemenag Aceh)

Byklik.com | Kuala Simpang – Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan senilai Rp9,005 miliar untuk rehabilitasi Kantor Urusan Agama (KUA), pengadaan peralatan mesin dan mebel, serta pemulihan lembaga, organisasi kemasyarakatan (ormas), yayasan, dan majelis taklim terdampak banjir di Aceh.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., saat mengunjungi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu, 7 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Abu Rokhmad juga memberikan pembinaan kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., Kepala Kankemenag Aceh Tamiang, H. Salamina, S.Ag., M.A., beserta jajaran.

Berdasarkan data Kemenag, bantuan rehabilitasi KUA, pengadaan peralatan mesin, dan mebel mencapai Rp6.513.810.000. Sementara bantuan untuk lembaga, ormas, yayasan, dan majelis taklim mencapai Rp2.492.000.000.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Aceh Ajak Perajin Terus Berinovasi

Abu Rokhmad mengatakan bantuan tersebut merupakan amanah pemerintah yang harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ia berharap bantuan dapat mempercepat pemulihan sarana dan prasarana keagamaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“KUA merupakan kantor yang tidak bisa digantikan, ibarat fardu ain, karena melaksanakan fungsi yang krusial sebagai garda terdepan pelayanan agama kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.

Menurut dia, keberadaan KUA memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan keagamaan tetap berjalan, terutama setelah bencana berdampak terhadap sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat.

Sementara itu, Azhari mengatakan jajaran Kanwil Kemenag Aceh terus melakukan gotong royong membersihkan masjid, KUA, dan madrasah selama masa pemulihan pascabencana.

“Masjid sebagai pusat ibadah harus disegerakan, anak-anak madrasah tidak boleh tidak belajar, dan fungsi KUA harus berjalan. Pelayanan di KUA tidak boleh terusik karena menjalankan fungsi keagamaan di masyarakat,” kata Azhari.

Baca Juga  Puting Beliung Rusak Enam Rumah di Lhokseumawe

Ia mengatakan percepatan pemulihan fasilitas keagamaan, pendidikan, dan pelayanan masyarakat diperlukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kepala Kankemenag Aceh Tamiang, Salamina, mengapresiasi bantuan yang diberikan Kemenag. Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan sesuai peruntukan untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang terdampak bencana.

Sebelumnya, Kemenag telah menyalurkan bantuan tahap II sebesar Rp11,628 miliar untuk pemulihan masjid dan musala terdampak bencana di Aceh. Bantuan tersebut diserahkan pada 3 September 2026 di Sumatera Utara.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap pemulihan fasilitas keagamaan dan pelayanan masyarakat di Aceh pascabencana.***