Ekonomi & Bisnis

Kemenekraf Dorong Produk Sulam dan Anyam Lhokseumawe

Avatar
×

Kemenekraf Dorong Produk Sulam dan Anyam Lhokseumawe

Sebarkan artikel ini
Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif, Neli Yana dan Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, kegiatan Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam Tahun 2026 di Hotel Diana Lhokseumawe, Senin, 31 Agustus 2026. [Foto: Prokopim Lhokseumawe]

Byklik.com | Lhokseumawe – Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Direktorat Kriya, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, menggelar kegiatan Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam Tahun 2026 di Hotel Diana Lhokseumawe, Senin, 31 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala DPMPTSP, Kepala Diskominfo, Plt. Dispora, Plt. Disperindagkop, Camat Blang Mangat, utusan Dekranasda serta para peserta.

Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kriya, sulam dan anyam.

Ia mengatakan program tersebut juga diharapkan membantu pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana banjir. Banjir sebelumnya berdampak terhadap berbagai sektor usaha sehingga sebagian aktivitas ekonomi masyarakat mengalami penurunan bahkan terhenti.

Baca Juga  Perusahaan di Aceh Timur Diminta Setor Zakat dan Infak ke Baitul Mal

Kegiatan Kriyasi Sulam dan Anyam diikuti 52 peserta dari Gampong Blang Cut, Jambo Mesjid dan Tunong, Kecamatan Blang Mangat. Sebanyak 24 peserta merupakan pelaku usaha anyam dan 28 lainnya bergerak di bidang sulam.

Sayuti berharap ke depan terdapat dukungan berupa pendampingan, bantuan peralatan dan mesin produksi untuk meningkatkan kapasitas serta produktivitas para pengrajin. Ketiga gampong tersebut dinilai sebagai sentra kerajinan di Kota Lhokseumawe.

Menurutnya, penguatan kapasitas dan sarana produksi diperlukan agar produk kerajinan semakin berkembang, produktif serta mampu bersaing di pasar domestik, nasional hingga internasional.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Dekranasda dan pelaku usaha agar pendampingan serta penguatan sektor ekonomi kreatif dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga  LMAN Bahas Pemanfaatan Aset Kawasan Kilang LNG Arun

Sementara itu, Direktur Kriya Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Neli Yana, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas yang nantinya dapat diterapkan di lapangan.

Neli Yana mengatakan pihaknya menghadirkan empat narasumber dari Jakarta dan Yogyakarta. Masing-masing dua narasumber akan memberikan pendampingan di bidang anyam dan sulam.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari secara luring atau tatap muka, kemudian dilanjutkan secara daring hingga 21 September 2026. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat keterampilan sekaligus meningkatkan daya saing produk kriya masyarakat Lhokseumawe.