Byklik.com | Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendorong pemerintah menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai koordinator pengumpulan data ancaman dan potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi bersamaan dengan musim kemarau 2026.
Menurut Alex, pemetaan yang akurat menjadi dasar penting dalam menyusun langkah antisipasi yang tepat sasaran. Data yang komprehensif juga dinilai akan memudahkan DPR RI menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah.
“Data yang akurat akan memudahkan penyusunan rencana antisipasi secara lebih komprehensif. Juga akan memudahkan DPR melakukan pengawasan dan evaluasi,” kata Alex dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Rabu, 29 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pemerintah untuk menyiapkan langkah menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung beriringan dengan fenomena El Nino. Menurut Alex, setiap daerah memiliki karakteristik ancaman yang berbeda sehingga strategi mitigasi tidak bisa disamaratakan.
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai BNPB memiliki peran strategis untuk mengoordinasikan pengumpulan data dari berbagai daerah sehingga kebijakan mitigasi dapat disusun secara lebih akurat, terukur, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Alex juga mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah provinsi, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Ia meminta Kementerian Kehutanan memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kementerian Kehutanan sebagai leading sector, tak boleh membiarkan kejadian ini seperti kita merayakan ulang tahun,” tegasnya.
Selain itu, Alex meminta Kementerian Pertanian melibatkan pemerintah daerah dalam menyusun strategi antisipasi sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan kearifan lokal, terutama dalam menjaga ketersediaan air dan melindungi sektor pertanian guna mendukung target swasembada pangan.
“Di antara kearifan lokal yang diharapkan itu, tentang upaya menjaga ketersediaan air dan melindungi sektor pertanian dalam kerangka mempertahankan swasembada beras,” pungkasnya.











