Berita UtamaNasional

Alex Dorong BNPB Koordinasikan Data Ancaman El Nino Nasional

Avatar
×

Alex Dorong BNPB Koordinasikan Data Ancaman El Nino Nasional

Sebarkan artikel ini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat. Hingga Rabu 10 Juni 2026. [Foto: BNPB Aceh Barat]

Byklik.com | Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendorong pemerintah menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai koordinator pengumpulan data ancaman dan potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi bersamaan dengan musim kemarau 2026.

Menurut Alex, pemetaan yang akurat menjadi dasar penting dalam menyusun langkah antisipasi yang tepat sasaran. Data yang komprehensif juga dinilai akan memudahkan DPR RI menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah.

“Data yang akurat akan memudahkan penyusunan rencana antisipasi secara lebih komprehensif. Juga akan memudahkan DPR melakukan pengawasan dan evaluasi,” kata Alex dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga  BNPB Lantik Tiga Pejabat Tinggi Perkuat Penanggulangan Bencana Nasional

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pemerintah untuk menyiapkan langkah menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung beriringan dengan fenomena El Nino. Menurut Alex, setiap daerah memiliki karakteristik ancaman yang berbeda sehingga strategi mitigasi tidak bisa disamaratakan.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai BNPB memiliki peran strategis untuk mengoordinasikan pengumpulan data dari berbagai daerah sehingga kebijakan mitigasi dapat disusun secara lebih akurat, terukur, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Alex juga mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah provinsi, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Ia meminta Kementerian Kehutanan memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Bener Meriah Bukber Bersama Warga Huntara Tunyang

“Kementerian Kehutanan sebagai leading sector, tak boleh membiarkan kejadian ini seperti kita merayakan ulang tahun,” tegasnya.

Selain itu, Alex meminta Kementerian Pertanian melibatkan pemerintah daerah dalam menyusun strategi antisipasi sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan kearifan lokal, terutama dalam menjaga ketersediaan air dan melindungi sektor pertanian guna mendukung target swasembada pangan.

“Di antara kearifan lokal yang diharapkan itu, tentang upaya menjaga ketersediaan air dan melindungi sektor pertanian dalam kerangka mempertahankan swasembada beras,” pungkasnya.