Byklik.com | Banda Aceh – PT ASDP Indonesia Ferry bersama otoritas terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan operasional KMP Aceh Hebat 2 pascainsiden ledakan yang terjadi di kamar mesin kapal penyeberangan rute Banda Aceh–Sabang tersebut.
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan evaluasi dilakukan sebagai langkah tindak lanjut untuk memastikan keselamatan pelayaran dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Sebagai langkah tindak lanjut, ASDP bersama otoritas terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan operasional kapal,” kata Andri Setiawan di Banda Aceh, Senin, 15 Juni 2026.
Sebelumnya, insiden ledakan terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, usai berlayar dari Pelabuhan Balohan, Sabang, pada Jumat, 12 Juni 2026.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 15 orang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Sebagian besar korban merupakan mahasiswa atau taruna pelayaran yang sedang menjalani pendidikan praktik di kapal tersebut.
Andri menjelaskan, hasil evaluasi yang sedang dilakukan akan menjadi dasar penguatan berbagai langkah pencegahan guna meningkatkan standar keselamatan operasional kapal.
Menurutnya, keselamatan penumpang, awak kapal, serta seluruh pengguna jasa penyeberangan merupakan prioritas utama perusahaan.
Terkait kondisi kapal, Andri mengatakan KMP Aceh Hebat 2 masih menjalani pemeriksaan teknis dan asesmen lanjutan untuk memastikan kondisi kapal secara menyeluruh setelah insiden.
“Oleh karena itu, kapal belum dioperasikan kembali. Mengenai kerusakan maupun jadwal operasional kapal selanjutnya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan rekomendasi dari regulator serta tim teknis yang berwenang,” ujarnya.
Ia menegaskan ASDP tidak akan mengoperasikan kembali kapal tersebut sebelum seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi dan dinyatakan layak berlayar oleh pihak berwenang.
Sementara itu, fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis dan pendampingan yang optimal hingga proses pemulihan selesai.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, keluarga korban, regulator, serta instansi terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan korban dapat terpenuhi,” kata Andri.
ASDP memastikan akan terus mendukung proses investigasi dan evaluasi yang sedang berlangsung guna menjamin keamanan layanan penyeberangan bagi masyarakat, khususnya pada rute Banda Aceh–Sabang yang menjadi salah satu jalur transportasi utama di Aceh.











