Byklik.com | Lhokseumawe – Ketua dan anggota Bawaslu Kota Lhokseumawe beraudiensi dengan Kepala RRI Lhokseumawe Wenny Zulianti, SH, MH sebagai bagian dari penguatan sinergi kelembagaan dalam mendukung demokrasi di Kota Lhokseumawe, Kamis, 19 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya kegiatan pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang saat ini dilakukan Bawaslu, serta perencanaan produksi konten siaran terkait pemutakhiran data partai politik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam kesempatan tersebut Ayi Jufridar menyampaikan bahwa perencanaan pembuatan konten terkait pemutakhiran data partai politik menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
Menurutnya, kolaborasi dengan RRI sebagai lembaga penyiaran publik akan memperluas jangkauan edukasi kepemiluan sehingga masyarakat dapat memahami setiap tahapan secara transparan dan akuntabel.
Ketua Bawaslu atau Panwaslih Kota Lhokseumawe, Dedy Syahputra, menegaskan bahwa peran Bawaslu tidak terbatas pada tahapan pemilu semata. “Bawaslu tidak hanya berproses saat tahapan pemilu semata, tetapi juga dalam konteks non-pemilu. Kami adalah pengawal pemilu sekaligus pengawal demokrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan utama saat ini adalah menanamkan nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat, yang memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk media penyiaran publik seperti Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Lhokseumawe.
Sementara itu, Yuli Asbar menyampaikan bahwa berdasarkan berbagai diskusi dengan kelompok masyarakat, terdapat banyak masukan dan tanggapan publik, terutama mengingat regulasi kepemiluan di Aceh memiliki kekhususan dibanding daerah lain. Ia juga menyoroti tantangan pengawasan praktik politik uang yang dinilai sulit diawasi karena dipengaruhi kondisi sosial di masyarakat.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga menyinggung soal politik uang yang dinilai menjadi salah satu penyakit demokrasi. Yuli Asbar berpendapat, generasi muda harus diselamatkan dari pandangan buruk politik uang yang semakin permisif di tengah masyarakat.
Wenny Zulianti menyampaikan gagasan untuk memprogramkan siaran bersama antara Bawaslu dan RRI yang mengangkat aspirasi, harapan, serta suara masyarakat sesuai dengan misi RRI sebagai media edukasi publik. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang edukasi sekaligus partisipasi publik dalam proses demokrasi. Ia juga mengajak masyarakat untuk berani menyatakan pilihan secara bertanggung jawab sebagai bagian dari kedewasaan berdemokrasi.
Lebih lanjut, Bawaslu juga berencana memperluas pendekatan edukasi demokrasi kepada generasi remaja dan pemilih pemula guna membangun pemahaman politik yang sehat sejak dini. Upaya ini dipandang strategis untuk memperkuat kualitas demokrasi di masa mendatang.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperbarui nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kota Lhokseumawe dengan RRI sebagai langkah konkret penguatan kerja sama dalam membangun demokrasi yang partisipatif, transparan, dan berintegritas di Kota Lhokseumawe.[]











