Berita Utama

Rehabilitasi Dipercepat, Jumlah Pengungsi Sumatra Menyusut

Avatar
×

Rehabilitasi Dipercepat, Jumlah Pengungsi Sumatra Menyusut

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. [Foto: Tangkapan Layar TVR Parlemen]

ByKlik.com | Jakarta – Pemerintah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Rabu, 18 Februari 2026. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan jumlah pengungsi turun drastis, layanan pemerintahan kembali berjalan, dan sebagian besar wilayah terdampak telah pulih secara fungsional.

Paparan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama DPR di Jakarta. Ia menyebut, dari sebelumnya lebih dari dua juta pengungsi, kini tersisa sekitar 12.994 orang. Tercatat 1.205 orang meninggal dunia dan 139 orang masih dinyatakan hilang.

“Sebagian besar wilayah sudah kembali normal secara fungsional, meskipun masih ada daerah yang memerlukan perhatian khusus. Pemerintah akan terus mempercepat rehabilitasi hingga masyarakat benar-benar pulih,” ujar Tito.

Baca Juga  Penanganan Bencana Aceh Dilaporkan ke Dewan HAM PBB

Bencana yang melanda tiga provinsi tersebut berdampak pada 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa, dengan kerusakan rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, jembatan, rumah ibadah, hingga lahan pertanian dan perkebunan.

Di Sumatra Barat, pemulihan dinilai paling cepat. Dari 16 kabupaten/kota terdampak, tidak ada lagi pengungsi di tenda dan sekitar 81 persen wilayah telah kembali normal, meski Kabupaten Agam dan Padang Pariaman masih memerlukan perbaikan infrastruktur lanjutan.

Di Sumatra Utara, 15 dari 18 kabupaten/kota terdampak atau sekitar 83 persen telah pulih. Sebanyak 850 pengungsi masih bertahan di Tapanuli Tengah akibat banjir susulan. Kerusakan jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, jaringan air bersih, serta longsor di kawasan pegunungan masih menjadi tantangan.

Baca Juga  Mendagri dan Wagub Aceh Cek Langsung Penanganan Aceh Tamiang

Sementara di Aceh, 10 dari 18 kabupaten/kota terdampak telah pulih sepenuhnya atau sekitar 56 persen. Sejumlah wilayah dataran rendah yang terdampak banjir dan lumpur serta kawasan pegunungan yang mengalami longsor masih membutuhkan perhatian. Kabupaten Aceh Utara tercatat memiliki jumlah pengungsi terbanyak yang masih berada di tenda.

Pemerintah telah mengerahkan 90.109 personel gabungan TNI, Polri, dan berbagai kementerian/lembaga, serta ratusan alat berat untuk membuka akses terisolasi dan mempercepat pembangunan kembali infrastruktur.

Selain pemulihan fisik, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi ke depan, termasuk penguatan stok pangan dan logistik hingga tiga bulan di daerah rawan bencana, terutama wilayah pegunungan yang rentan terisolasi saat akses terputus.