Berita Utama

TNI–Polri Turun Tangan Bersihkan Pesisir Lhokseumawe

Avatar
×

TNI–Polri Turun Tangan Bersihkan Pesisir Lhokseumawe

Sebarkan artikel ini
Personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan menggelar aksi bersih pantai di kawasan Pantai Ujung Blang dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong, Selasa, 17 Februari 2026. [Foto: Polres Lhokseumawe]

ByKlik.com | Lhokseumawe — Sebanyak 500 personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan menggelar aksi bersih-bersih pantai dalam Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di kawasan Pantai Ujung Blang dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong, Selasa, 17 Februari 2026.

Kegiatan dipusatkan di Pantai Ujung Blang dan dipimpin langsung Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. Apel menandai komitmen lintas sektor menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan persoalan sampah secara serius dan terintegrasi.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bagian dari implementasi program nasional kebersihan lingkungan. Personel disebar di sepanjang pesisir untuk membersihkan sampah plastik, kayu, dan limbah lain yang terdampar.

Pembersihan dilakukan di dua titik utama, yakni Pantai Ujung Blang dan kawasan Pusong. Sekitar satu kilometer garis pantai berhasil dibersihkan dari berbagai jenis sampah yang selama ini mencemari kawasan pesisir dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga  NU Lhokseumawe Dukung Banjir Aceh Bencana Nasional

Kapolres menyebutkan, armada truk telah disiagakan untuk mengangkut sampah yang terkumpul ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Awe. Langkah ini dilakukan agar penanganan sampah tidak berhenti pada pengumpulan, tetapi juga tuntas hingga tahap pembuangan akhir.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur Lanal Lhokseumawe, Kodim 0103/Aceh Utara, Brimob, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta pemerintah daerah. Sinergi ini menunjukkan kolaborasi nyata lintas institusi dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.

Komandan Lanal Lhokseumawe Kolonel Marinir Bondan Wahyu Adi, M.Tr.Opsla, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan tersebut. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk tidak lagi membuang sampah ke pantai maupun laut.

Baca Juga  Wali Kota Lhokseumawe Dorong Penguatan Budaya Integritas di Pemerintahan

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna ruang publik dan kawasan pesisir. Perubahan perilaku dinilai menjadi kunci keberlanjutan program kebersihan.

Gerakan ini juga dilaksanakan menjelang Ramadan, dengan harapan momentum tersebut mendorong kesadaran baru menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman. Kawasan pesisir yang bersih dinilai penting bagi aktivitas nelayan sekaligus sektor pariwisata.

Dasar pelaksanaan kegiatan merujuk pada arahan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, yang menyoroti ancaman overcapacity TPA di berbagai daerah paling lambat 2028. Pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota sebagai solusi strategis penanganan sampah nasional.