Byklik.com | Lhokseumawe – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Malikussaleh. Desy Fatmasari, mahasiswi Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh (Unimal), berhasil meraih Juara 1 Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional pada ajang PERICARDIUM 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Keperawatan Poltekkes Kemenkes Bandung.
Kompetisi nasional yang berlangsung sejak 20 Januari hingga 15 Februari 2026 ini mengangkat isu diabetes mellitus dan kesehatan mental, serta diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain musikalisasi puisi, perlombaan juga mencakup kategori esai, video kreatif, dan poster infografis.
Penilaian meliputi kesesuaian tema, judul, dan isi karya; kualitas vokal (tempo, artikulasi, dan intonasi), penampilan (gesture, mimik wajah, serta atribut), penghayatan (ketepatan emosi dan ekspresi), serta ketepatan waktu. Acara puncak sekaligus pengumuman pemenang dilaksanakan pada 15 Februari 2026, di mana Desy diumumkan sebagai peraih juara 1 tingkat nasional.
Desy mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa melalui video musikalisasi puisi yang dibawakannya, dirinya ingin turut menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran tentang diabetes mellitus dan kesehatan mental.
“Saya sangat bersyukur atas capaian ini. Melalui puisi, saya ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Semoga karya ini dapat membantu dan memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar saya,” ujar Desy, Senin, 17 Februari 2026. Di kampusnya, Desy juga dikenal sebagai pegiat di Creative Minority, sebuah organisasi kemahasiswaan di Universitas Malikussaleh.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Malikussaleh tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan kepedulian terhadap isu-isu kesehatan yang relevan di masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi di berbagai ajang nasional.
Secara terpisah, dosen pembina Creative Minority Universitas Malikussaleh, Dr Hadi Iskandar, mengapresiasi prestasi Desy di tingkat nasional. Ia mengharapkan prestasi ini menjadi ajang untuk mematangkan pengalaman untuk mengikuti kegiatan seni lainnya, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Ke depan ada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) dan nasional. Diharapkan, mahasiswa Unimal bisa mengharumkan nama kampus sampai tingkat nasional,” ungkap dosen hukum yang pada helatan Peksimida sebelumnya sukses membawa tiga mahasiswa Unimal ke level nasional.[]











