Berita Utama

CKG Sekolah Bukan Formalitas, Ini Temuannya

Avatar
×

CKG Sekolah Bukan Formalitas, Ini Temuannya

Sebarkan artikel ini
Program Cek Kesehatan Gratis di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 10 Februari 2026. [Foto: Kemenkes]

ByKlik.com | Jakarta — Kementerian Kesehatan RI memperkuat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah dengan menekankan kesadaran kesehatan sejak dini serta tindak lanjut hasil pemeriksaan peserta didik.

Penguatan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat pelaksanaan CKG di Sekolah IPEKA Sunter, Jakarta Utara, Senin, 10 Februari 2026.

Abdul Mu’ti menegaskan, CKG dirancang sebagai program preventif yang tidak bertujuan memberi stigma terhadap kondisi kesehatan anak, melainkan membangun pemahaman sejak usia sekolah.

“Program ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya hidup sehat, serta membentuk pola hidup sehat sejak dini,” ujar Abdul Mu’ti.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI Asnawi Abdullah menyampaikan, evaluasi satu tahun pelaksanaan CKG menunjukkan mulai munculnya sejumlah masalah kesehatan pada anak usia sekolah.

Baca Juga  Kapolres Lhokseumawe Mediasi Konflik Lahan di Aceh Utara

Ia menyebutkan, gangguan kesehatan gigi dan hipertensi menjadi temuan dominan yang membutuhkan tindak lanjut serius agar tidak berkembang menjadi penyakit berat di masa depan.

“Tahun ini CKG tidak berhenti pada pemeriksaan. Tindak lanjut menjadi fokus utama agar risiko penyakit katastropik bisa ditekan sejak dini,” kata Asnawi.

Secara nasional, CKG telah menjangkau lebih dari 25 juta siswa dan dilaksanakan di lebih dari 202 ribu sekolah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi pembangunan kesehatan jangka panjang.

Di tingkat wilayah, capaian signifikan tercatat di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan lebih dari 90 persen sekolah telah melaksanakan CKG dari total 198 sekolah yang ada.

Kepala Puskesmas Tanjung Priok dr. Vita mengatakan, capaian tersebut menjadi bagian dari peringatan satu tahun pelaksanaan CKG dan mencerminkan meningkatnya kesadaran sekolah terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga  Aceh Jadi Provinsi Pertama di Sumatera yang Raih Status ODF

“Hari ini merupakan satu tahun pelaksanaan CKG. Lebih dari 90 persen sekolah di Tanjung Priok sudah melaksanakan program ini,” ujar dr. Vita.

Dampak CKG juga dirasakan langsung oleh peserta didik, seperti Nathan (16), siswa Sekolah IPEKA Sunter, yang mengaku terbantu mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini setelah mengikuti pemeriksaan.

“Saya mendapat masukan dari dokter terkait kondisi mata saya. Program ini sangat membantu,” ujar Nathan.

Hal serupa disampaikan Callista (17), siswi IPEKA Sunter, yang menyebut CKG memberinya pemahaman baru tentang kondisi kesehatannya dan mendorong perubahan pola hidup lebih sehat.

Melalui penguatan pendekatan preventif dan tindak lanjut pemeriksaan, Kementerian Kesehatan menempatkan CKG sebagai fondasi pembangunan kesehatan nasional yang dimulai dari lingkungan pendidikan dan komunitas.