Berita Utama

TNI–BNPB Bersihkan Pantai Lhokseumawe Pascabanjir

Avatar
×

TNI–BNPB Bersihkan Pantai Lhokseumawe Pascabanjir

Sebarkan artikel ini
TNI bersama instansi terkait dan masyarakat pesisir membersihkan tumpukan kayu di Pantai Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa, 10 Februari 2026. [Foto: Pendim 0103/Acut]

ByKlik.com | Lhokseumawe — TNI bersama instansi terkait dan masyarakat pesisir membersihkan tumpukan kayu di Pantai Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan karya bhakti itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan lingkungan pesisir pascabanjir dan gelombang laut yang membawa material kayu ke garis pantai.

Danramil 16/Banda Sakti Kodim 0103/Aceh Utara Kapten Arm Junaidi memimpin langsung pembersihan dengan melibatkan personel TNI, BNPB, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Lhokseumawe, serta masyarakat setempat. Tumpukan batang dan ranting kayu berukuran besar diangkut secara manual dari bibir pantai agar tidak mengganggu aktivitas nelayan dan wisatawan.

Baca Juga  Polda Aceh Bersihkan Pantai Ulee Lheue Sambut Hari Bhayangkara

“Karya bhakti ini adalah bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat pesisir. Kami ingin memastikan jalur perahu nelayan kembali aman dan kawasan pantai bisa dimanfaatkan masyarakat seperti biasa,” kata Kapten Arm Junaidi.

Kabag Logistik BNPB Pusat Dani menegaskan kolaborasi lintas instansi menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. “Sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting agar penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga  Tiga Menteri ke Aceh, Penanganan Bencana dan Pangan Jadi Fokus

Pengawas Lapangan DLHK Lhokseumawe Sayuti menyebut pembersihan kayu hanyut menjadi langkah awal pemulihan ekosistem pesisir.

“Jika tidak segera dibersihkan, tumpukan kayu bisa menghambat aktivitas nelayan dan merusak estetika kawasan wisata pantai. Kami akan terus berkoordinasi untuk menjaga kebersihan kawasan pesisir secara berkelanjutan,” ujar Sayuti.

Selain membersihkan kayu alami, kegiatan juga bertujuan mengembalikan fungsi kawasan pantai sebagai ruang ekonomi masyarakat. Pemerintah dan aparat berharap kawasan Pantai Hagu Barat Laut kembali aman, nyaman, serta mampu mendorong aktivitas perikanan dan pariwisata lokal.