Uncategorized

Normalisasi Sungai Dikebut, TNI Cegah Banjir Susulan Aceh Barat

Avatar
×

Normalisasi Sungai Dikebut, TNI Cegah Banjir Susulan Aceh Barat

Sebarkan artikel ini
Kodim 0105/Aceh Barat normalisasi aliran sungai di Desa Jambak–Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Minggu, 8 Februari 2026. [Foto: Pendim 0105/Abar]

ByKlik.com | Aceh Barat — Kodim 0105/Aceh Barat terus melakukan normalisasi sungai pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Upaya ini difokuskan pada aliran sungai di Desa Jambak–Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Minggu, 8 Februari 2026, guna mencegah potensi banjir susulan akibat perubahan kondisi alur sungai.

Bencana banjir sebelumnya menyebabkan arus deras mengikis tebing sungai, mengubah jaringan aliran air, serta menimbulkan pendangkalan akibat endapan pasir, lumpur tanah kuning, bebatuan, hingga kayu gelondongan.

Normalisasi dilakukan di sejumlah titik strategis, salah satunya dengan pembangunan tanggul pengalihan arus di belakang SD Alue Lhok, Desa Jambak. Penanganan dilakukan menggunakan alat berat untuk mengembalikan fungsi sungai agar mampu menampung dan mengalirkan debit air secara optimal.

Baca Juga  Percepat Pembersihan TNI Kerahkan Alat Berat di Pidie Jaya

Komandan Kodim 0105/Aceh Barat Letkol Inf S Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., menegaskan bahwa normalisasi akan dilaksanakan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan di lapangan.

“Kegiatan normalisasi ini akan terus kita lakukan secara bertahap dan berkelanjutan, terutama pada jalur sungai yang mengalami pendangkalan dan berpotensi menimbulkan banjir kembali,” ujar Dandim.

Ia menjelaskan, pengerjaan difokuskan pada pembersihan material sisa banjir serta penataan ulang struktur sungai yang rusak.

“Kita fungsikan alat berat semaksimal mungkin untuk membersihkan endapan material, memperbaiki jalur aliran air, serta menata kembali tebing sungai yang tergerus,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko bencana saat curah hujan tinggi.

Baca Juga  Wali Kota Illiza Luncurkan Pusat Layanan Strok Terintegrasi RSUD Meuraxa

“Langkah ini bertujuan memperlancar aliran air, mencegah erosi, dan menekan risiko banjir terutama saat intensitas hujan meningkat,” tegasnya.

Dandim berharap normalisasi ini mampu mengembalikan sistem pengendalian air secara optimal sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat sekitar.

“Normalisasi sungai menjadi langkah penting untuk meminimalisir kerusakan jika bencana serupa terjadi. Dengan pengerukan dan pembuatan tanggul yang kokoh, aliran air dari hulu ke hilir bisa berjalan lancar tanpa hambatan,” pungkasnya.

Upaya normalisasi ini menjadi bagian dari langkah mitigasi bencana yang terus dilakukan TNI bersama pemerintah daerah guna melindungi keselamatan masyarakat Aceh Barat dari ancaman banjir di masa mendatang.