Berita Utama

YPANBA Hadirkan Program WASH di Pidie Jaya dan Aceh Utara

×

YPANBA Hadirkan Program WASH di Pidie Jaya dan Aceh Utara

Sebarkan artikel ini

Byklik | Meureudu–Yayasan Perempuan dan Anak Negeri (YPANBA) yang didukung oleh Penabulu menginisiasi pembersihan sumur warga di dua desa melalui Program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH). Kedua desa tersebut, yaitu Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, dan Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Pembersihan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026.

Ketua YPANBA, Ruwaida, mengatakan, program tersebut diinisiasi sebagai bagian dari pemulihan lingkungan sekaligus mendekatkan kembali warga kepada akses air bersih. YPANBA mendukung pengadaan peralatan mesin pompa penyedot lumpur untuk memperlancar pembersihan sumur warga yang terdampak banjir.

Pihaknya mendorong masyarakat untuk bergotong royong dan bahu-membahu membersihkan lingkungan, terutama sumur-sumur yang berada di meunasah dan tempat umum lainnya. Selain membersihkan sumur umum, warga juga secara bergiliran membersihkan sumur-sumur milik individu.

“Pascabanjir air sumur mereka bau dan tidak layak digunakan lagi untuk kebutuhan rumah tangga, sedangkan akses terhadap sumber air bersih lainnya juga sulit. Karena banyak warga yang belum bisa mengakses air PDAM, satu-satunya sumber air mereka adalah sumur yang digali dalam pekarangan rumahnya,” kata Ruwaida, Minggu malam, 8 Februari 2026.

Baca Juga  Bupati Aceh Timur Resmikan Huntara BNPB di Pante Bidari

Selain kegiatan pemulihan lingkungan, YPANBA juga menyalurkan bantuan sembako untuk seluruh warga tanpa pengecualian. Bantuan disalurkan langsung kepada warga bersama aparatur desa.

Keterbatasan akses air bersih menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi warga dan membuat mereka sulit memenuhi air untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarganya. Kondisi tersebut memberikan dampak buruk bagi warga, terutama bagi perempuan dan anak, yang aehari-harinya lebih banyak berada dalam rumah, dan merekalah yang banyak membutuhkan air bersih.

YPANBA menegaskan bahwa pemulihan akses air bersih merupakan bagian penting dari upaya pemenuhan hak dasar masyarakat dan pemulihan lingkungan. Agar kehidupan masyarakat terutama perempuan dan anak tetap berada dalam lingkungan yang sehat. YPANBA hadir untuk memastikan kebutuhan tersebut dapat kembali terpenuhi secara layak dan aman.

“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus segera dipulihkan. Dalam situasi yang serba sulit pascabencana, air bersih menjadi kebutuhan yang tidak bisa tergantikan oleh hal lain. Apalagi perempuan, anak, lansia, perempuan yang sedang nifas, mereka sangat banyak membutuhkan air bersih setiap harinya, terutama untuk menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksinya, serta memenuhi kebutuhan anggota keluarganya,” ujar Ruwaida, Ketua YPANBA.

Baca Juga  TNI AL Teken 113 Kontrak Pengadaan TA 2026

Sementara itu, aparatur desa setempat mengapresiasi kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan YPANBA dalam proses pemulihan lingkungan.

“Dukungan dari YPANBA sangat membantu warga kami, khususnya dalam membersihkan sumur dan fasilitas umum yang terdampak banjir. Upaya ini mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban masyarakat,” kata salah satu aparatur desa.

Kegiatan pemulihan lingkungan ini dilaksanakan secara paralel oleh Tim Relawan YPANBA di Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, serta Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menjangkau sedikitnya dua desa dengan penerima manfaat langsung lebih dari 1.302 kepala keluarga atau sekitar 3.725 jiwa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air bersih pascabanjir. Sebelumnya, program serupa juga sudah dilakukan di Desa Kubu, Kabupaten Bireuen, melalui mengadaan sky hydrant yang didukung oleh Jejaring Mitra Kemanusiaan.[]