Pendidikan & Karier

Mahasiswa ISBI di Pijay Siap Ubah Limbah Kayu Jadi Produk Kreatif

×

Mahasiswa ISBI di Pijay Siap Ubah Limbah Kayu Jadi Produk Kreatif

Sebarkan artikel ini

Byklik | Meureudu–Tim Mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak sejak hari ini mulai melaksanakan pengabdian masyarakat di Gampong Meunasah Mancang, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu, 4 Februari 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan seni, kreativitas, dan pengolahan potensi lokal pascabencana.

Humas ISBI Aceh, Achmad Zaki, mengatakan, selain di Meunasah Mancang, program yang sama juga berlangsung di Gampong Meunasah Teungoh dan Ulim Pidie Jaya. Total mahasiswa yang terlibat dalam program ini mencapai 156 orang. Kedatangan mahasiswa di Meunasah Mancang disambut oleh aparatur desa dan warga setempat pada Selasa, 3 Februari 2026.

“Semoga dengan hadirnya mahasiswa melalui program ini mampu berkontribusi secara nyata dalam proses pemulihan dan pemberdayaan masyarakat pascabencana, khususnya melalui pendekatan seni dan kreativitas berbasis potensi lokal,” kata Achmad Zaki kepada byklik.

Sementara itu, Ketua Posko, Hamdani, mewakili Keuchik Meunasah Mancang mengapresiasi inisiatif dan kepercayaan ISBI Aceh yang memilih gampon tersebut sebagai lokasi program. Ia menegaskan, masyarakat terbuka dan siap mendukung penuh setiap kegiatan yang akan dijalankan mahasiswa.

Baca Juga  3.132 Lulusan USK Diwisuda

Menurut Hamdani, kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Ia berharap keberadaan mahasiswa ISBI Aceh tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga semangat baru bagi warga dalam membangun kembali kehidupan sosial dan ekonomi desa.

“Masyarakat Gampong Meunasah Mancang siap berkolaborasi. Kami berharap program ini dapat memberi manfaat langsung dan berkelanjutan bagi warga,” ujar Hamdani.

Baca Juga  Sempat Lumpuh Total, MIN 2 Pidie Jaya Akhirnya Bangkit Lagi
Penyambutan mahasiswa oleh perangkat gampong.

Adapun Ketua Dosen Pendamping, Saniman Andi Kafri M.Sn., menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat serta kesediaan pemerintah gampong menerima tim mahasiswa ISBI Aceh. Dukungan desa menjadi modal penting dalam menjalankan program pengabdian secara optimal.

Saniman menjelaskan, program utama yang akan dijalankan berfokus pada pemanfaatan limbah kayu pascabencana yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Nantinya akan diolah menjadi berbagai produk kreatif berbasis kriya dan cenderamata.

Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Kami ingin mendorong masyarakat agar limbah yang sebelumnya dianggap masalah dapat diubah menjadi sumber nilai tambah dan peningkatan taraf ekonomi,” tutup Saniman.[]