ByKlik.com | Jakarta — Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menerima kunjungan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 3 Februari 2026.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara memperkuat kerja sama strategis lintas sektor. Isu Palestina, pertahanan, pendidikan, energi terbarukan, hingga investasi menjadi fokus pembahasan.
Pertemuan lebih dari satu jam itu berlangsung tertutup namun digambarkan Utut sebagai dialog terbuka dan konstruktif. Ia menyebut Jerman menegaskan posisinya sebagai mitra dekat Indonesia dan siap memperluas kolaborasi konkret di berbagai bidang prioritas.
Dalam isu global, kedua pihak bertukar pandangan terkait konflik Palestina. Menurut Utut, diskusi menekankan pentingnya posisi masing-masing negara dalam mendorong penyelesaian damai. Hal senada disampaikan Dubes Jerman yang menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara serta komitmen pada multilateralisme dan hukum internasional.
Di sektor pertahanan, Utut menyoroti peran Jerman dalam pengembangan pesawat angkut militer A400M yang akan memperkuat armada transportasi Indonesia sebagai pengganti Hercules. Ia menilai kerja sama teknis di bidang ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang semakin meningkat antara kedua negara.
Selain pertahanan, peluang kolaborasi juga terbuka di bidang energi terbarukan dan pendidikan. Utut mengingatkan sejarah panjang hubungan akademik Indonesia–Jerman, di mana banyak mahasiswa Indonesia menempuh studi di kota-kota seperti Aachen, Bremen, dan Hamburg. Menurutnya, penguatan kerja sama pendidikan menjadi fondasi penting hubungan jangka panjang.
Meski hubungan bilateral dinilai positif, Utut menilai pemanfaatan potensi kerja sama masih belum optimal. Ia menyebut nilai investasi Jerman di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar USD 278 juta, angka yang disebutnya masih jauh di bawah kapasitas ekonomi Jerman sebenarnya.
“Kita perlu memperkuat dari level government to government, parliament to parliament, hingga people to people. Banyak ruang yang masih bisa dikembangkan,” ujar Utut.
Sementara itu, Ralf Beste menyatakan pembicaraan mencakup kebijakan keamanan luar negeri, hubungan ekonomi, transisi energi, serta respons terhadap krisis global. Ia menekankan bahwa Indonesia dan Jerman memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga kerja sama internasional berbasis kepercayaan di tengah dinamika geopolitik dunia.
Terkait pertahanan dan keamanan maritim, Dubes Jerman menyatakan negaranya terbuka untuk memperluas kolaborasi, termasuk dukungan terhadap kebutuhan transportasi militer dan keamanan laut Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Jika ada keinginan dan permintaan dari pihak Indonesia, kami siap melakukan lebih banyak,” ujar Beste.
Pertemuan ini menandai penguatan komunikasi politik tingkat parlemen yang dinilai dapat membuka jalan bagi perluasan kerja sama strategis Indonesia–Jerman di masa mendatang.











