Lingkungan & EnergiPendidikan & Karier

UGM Juara Dunia Mobil Hemat Energi, Borong Dua Gelar di Qatar

Avatar
×

UGM Juara Dunia Mobil Hemat Energi, Borong Dua Gelar di Qatar

Sebarkan artikel ini
Mobil Semar Urban UGM berhasil meraih Juara 1 pada kategori Urban Hydrogen, sementara Semar Prototype berhasil meraih Juara 3 pada kategori Prototype Listrik. [Foto: UGM]

ByKlik.com | Doha — Tim Semar Universitas Gadjah Mada (UGM) mengharumkan nama Indonesia di ajang Shell Eco-Marathon Asia Pacific and Middle East 2026 setelah meraih dua penghargaan bergengsi di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21–25 Januari 2026.

Dalam kompetisi kendaraan hemat energi tingkat internasional tersebut, Semar Urban sukses meraih Juara 1 kategori Urban Hydrogen, sementara Semar Prototype membawa pulang Juara 3 kategori Prototype Listrik. Prestasi ini menempatkan UGM sebagai salah satu tim paling kompetitif di antara 70 tim dari 15 negara yang berpartisipasi, meningkat dibanding 61 tim pada tahun sebelumnya.

Sebanyak 20 mahasiswa UGM yang tergabung dalam Komunitas Semar diterjunkan langsung ke Qatar untuk mengikuti kompetisi yang dikenal sebagai ajang inovasi teknologi kendaraan ramah lingkungan paling prestisius di dunia tersebut.

General Manager Tim Semar, Muhammad Ghani Prayatna, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini diraih melalui proses persiapan panjang dan terstruktur selama satu tahun.

Baca Juga  Peringatan Hardikda Aceh ke-66, Siswa dan Guru Berprestasi Diganjar Penghargaan

“Kami melakukan persiapan sejak awal tahun. Karena bahan bakar di KMHE dan Shell Eco-Marathon berbeda, kami harus melakukan pengujian khusus untuk SEM 2026,” ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menjelaskan, tim memulai pengujian mobil hidrogen pada Maret hingga Juni, dilanjutkan persiapan Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) pada Juli–Oktober, sebelum akhirnya fokus penuh pada Shell Eco-Marathon sepanjang Oktober–Desember 2025.

Selama persiapan, tim menghadapi kendala keterbatasan waktu. Sementara di arena lomba, tantangan datang dari faktor cuaca ekstrem Qatar, pemeriksaan teknis kendaraan yang ketat, hingga indikasi kecurangan antartim.

“Kalau kendalanya teknis dan subjektif, saya menenangkan tim dan memastikan mobil kami sesuai regulasi. Untuk indikasi kecurangan, saya yang berkoordinasi dengan pihak terkait agar tim tetap fokus pada performa kendaraan,” kata Ghani.

Baca Juga  Siang Kuliah Psikologi, Malam Narik Ojol Demi Biaya Hidup

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Tim Semar didorong oleh inovasi berkelanjutan (sustainability) dan solidaritas tim.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UGM mampu bersaing di level global melalui inovasi teknologi ramah lingkungan. Kami berharap capaian ini memotivasi lahirnya prestasi-prestasi berikutnya,” katanya.

Ke depan, Tim Semar berharap dukungan lebih besar dari pemerintah, BUMN, dan industri otomotif nasional guna memperkuat riset dan pengembangan kendaraan hemat energi di Indonesia.

“Kami ingin tim-tim Indonesia mendapat dukungan lebih kuat, baik finansial maupun kolaborasi teknologi dengan industri otomotif nasional,” pungkas Ghani.

Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi UGM sebagai salah satu kampus pelopor inovasi kendaraan energi alternatif di Asia, sekaligus memperkuat eksistensi Indonesia dalam pengembangan teknologi transportasi berkelanjutan di kancah internasional.