ByKlik.com | Meulaboh — Universitas Teuku Umar (UTU) memberangkatkan tim kemanusiaan mahasiswa ke wilayah terdampak bencana di Kampung Waq Toweren (Toweren Musara), Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Misi ini sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak Bencana yang digagas Kementerian Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Tim berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan UTU dan membawa misi utama penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana pascakejadian. Sebanyak 50 mahasiswa diterjunkan bersama dua dosen pendamping dan satu tenaga ahli untuk menjalankan pengabdian masyarakat selama 30 hari di lokasi terdampak.
Ketua tim, Irsadi Aristora, mengatakan kehadiran mahasiswa bukan hanya untuk membantu pemulihan, tetapi juga membangun ketangguhan jangka panjang masyarakat desa.
“Fokus kami bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi memperkuat kesiapsiagaan warga agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana ke depan,” ujarnya, Minggu, 1 Februari 2026.
Dalam perjalanan menuju lokasi utama, tim lebih dulu menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pakaian layak pakai kepada warga Desa Melala, Kecamatan Celala, Aceh Tengah. Bantuan tersebut disalurkan sebagai respons atas permintaan warga yang masih membutuhkan dukungan logistik pascabencana.
Warga setempat menyambut kedatangan tim dengan antusias. Sejumlah rumah sebelumnya bahkan sempat menjadi tempat singgah ratusan relawan saat masa tanggap darurat bencana berlangsung.
Setibanya di Kampung Waq Toweren, tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah kampung dan kelompok masyarakat penerima manfaat. Reje Kampung Waq Toweren, Abdul Habir, menyatakan kesiapan warganya untuk mendukung seluruh kegiatan kemanusiaan yang akan dijalankan mahasiswa selama satu bulan ke depan.
Selama bertugas, tim Mahasiswa Berdampak UTU akan menjalankan sejumlah program prioritas kemanusiaan, antara lain penyediaan sarana air bersih, penyusunan dokumen kontinjensi bencana tingkat kampung, pelaksanaan Sekolah Bencana bagi masyarakat, pembentukan Kampung Siaga dan Tangguh Bencana, serta pemberdayaan warga melalui kelompok tani mitra.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut telah mendapat persetujuan dari kementerian penggagas program dan difokuskan pada pemulihan berbasis masyarakat serta pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.
Pemberangkatan tim dari Kampus UTU menandai komitmen perguruan tinggi tersebut dalam memperluas peran mahasiswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di Aceh.











