ByKlik.com | Meulaboh — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dengan meninjau langsung lokasi lahan yang telah ditetapkan di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Sabtu, 31 Januari 2026.
Peninjauan dipimpin Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta sejumlah unsur terkait. Kunjungan tersebut menegaskan kesiapan pemerintah daerah terutama dalam aspek pemilihan lokasi dan penimbunan lahan sebagai tahapan krusial sebelum pembangunan fisik dimulai.
Bupati Tarmizi menyatakan, secara administratif lahan untuk Sekolah Rakyat telah tuntas dan bersertifikat. Saat ini, pekerjaan awal di lapangan mulai difokuskan pada pembukaan akses jalan serta persiapan penimbunan guna memastikan kondisi tanah layak untuk pembangunan gedung sekolah.
“Kita sudah melihat langsung di lapangan. Akses jalan sedang dikerjakan dan selanjutnya masuk tahap penimbunan. Secara administrasi lahan sudah selesai, tinggal proses penimbunan,” ujar Tarmizi di lokasi.
Ia menegaskan, penentuan lokasi di Meureubo dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan lahan, aksesibilitas, serta dukungan lingkungan sekitar. Namun demikian, tantangan terbesar saat ini adalah kebutuhan material timbunan yang memerlukan biaya cukup besar.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kata dia, telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp2 miliar sebagai bentuk keseriusan mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Meski begitu, anggaran tersebut belum sepenuhnya mencukupi untuk kebutuhan penimbunan lahan secara menyeluruh.
“Tanpa kolaborasi dan gotong royong semua pihak, tentu kemampuan anggaran daerah terbatas. Karena itu, kita mendorong dukungan perusahaan melalui dana CSR untuk membantu penimbunan lahan,” katanya.
Selain mempersiapkan aspek teknis di daerah, Pemkab Aceh Barat juga terus berupaya agar pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya bisa dipercepat. Tarmizi mengungkapkan dirinya telah bertemu langsung dengan Menteri Sosial untuk menyampaikan kesiapan lahan di Aceh Barat.
Ia bahkan mengusulkan agar lokasi pembangunan dari daerah lain yang belum memenuhi syarat dapat dialihkan ke Aceh Barat. Namun, menurutnya, hal tersebut masih dalam proses kajian di tingkat kementerian karena berkaitan dengan kesiapan sekolah rintisan, termasuk pemindahan guru dan siswa.
“Memang prosesnya tidak sederhana karena menyangkut administrasi sekolah rintisan. Tapi kita terus berikhtiar agar Aceh Barat bisa masuk prioritas, bahkan kalau memungkinkan di tahap pertama,” ujar Tarmizi.
Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua direncanakan dimulai pada Oktober 2026 di sekitar 100 kabupaten. Pemkab Aceh Barat menargetkan seluruh kesiapan lahan, khususnya penimbunan, dapat dirampungkan sebelum jadwal tersebut agar pembangunan fisik dapat segera berjalan tanpa hambatan.











