ByKlik.com | Tapaktuan — Patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Selatan kembali digencarkan menyusul kebakaran yang sebelumnya menghanguskan sekitar 37,5 hektare lahan di dua kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan risiko kebakaran susulan di wilayah rawan. Minggu, 1 Februari 2026.
Jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan bersama Polri, BPBD, dan BKSDA menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi tinggi terjadi karhutla, terutama di Kecamatan Raya Timur dan Bakongan. Patroli dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api sekaligus mempersempit ruang munculnya kebakaran baru.
Penguatan patroli ini merupakan respons langsung atas insiden kebakaran sebelumnya di Kecamatan Bakongan dan Trumon Timur. Peristiwa itu menjadi alarm serius bagi aparat gabungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama memasuki periode cuaca yang rawan memicu kebakaran lahan.
Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos menegaskan bahwa pencegahan menjadi prioritas utama. Ia memerintahkan seluruh jajaran Danramil meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing, khususnya di area yang memiliki potensi tinggi munculnya api.
“Setiap indikasi awal harus segera diatasi agar tidak berkembang dan meluas. Pencegahan dini menjadi kunci utama dalam menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Selain patroli darat, tim gabungan juga aktif memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melapor jika menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran liar.
Patroli terpadu ini dipastikan akan berlangsung secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk sinergi TNI–Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian hutan Aceh Selatan sekaligus memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif dari ancaman karhutla.











