ByKlik.com | Yogyakarta — Universitas Gadjah Mada (UGM) memberangkatkan 30 mahasiswa dalam program KKN PPM Peduli Bencana untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh. Tim mahasiswa akan bertugas di Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, dan Desa Geudumbak, Kabupaten Aceh Utara, mulai 31 Januari hingga 28 Februari 2026.
Program ini difokuskan pada pendampingan penyintas bencana, khususnya dalam pemulihan hunian, energi, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari upaya UGM dalam penanggulangan bencana hidrometeorologis di Sumatra, setelah sebelumnya membentuk tujuh kelompok kerja (Pokja) lintas keilmuan.
Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, M.Hum., menyampaikan bahwa KKN Peduli Bencana dirancang berbeda dari KKN reguler, baik dari sisi durasi maupun fokus kegiatan.
“Mahasiswa bertugas melanjutkan pendampingan yang telah dilakukan tim ahli UGM. Fokusnya membantu penyintas bencana agar dapat kembali hidup layak dan mandiri,” kata Djarot, Rabu, 28 Januari 2026.
Salah satu program utama yang dilanjutkan mahasiswa adalah pembangunan dan pendampingan Rumah Geunira, model hunian pascabencana yang mengedepankan kelayakan, keamanan, dan privasi warga terdampak.
Anggota Tim Fakultas Teknik UGM, Ardhya Nareswari, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa mahasiswa akan berperan langsung sesuai bidang keahliannya untuk memastikan rumah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penyintas.
“Mahasiswa saintek membantu pemetaan material dan konstruksi, sementara mahasiswa rumpun agro mendampingi pengelolaan ternak dan kebun produktif agar penyintas memiliki sumber penghidupan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain hunian, tim KKN juga melanjutkan pengembangan energi mandiri bagi warga terdampak melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya portabel. Program ini ditujukan untuk memastikan akses listrik dasar bagi penyintas, terutama di wilayah yang infrastrukturnya rusak akibat bencana.
Kepala Biro Manajemen Strategis (BMS) UGM, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., menegaskan bahwa peran mahasiswa sangat penting dalam menjaga kesinambungan pemulihan pascabencana.
“Mahasiswa menjadi penghubung antara kerja tim ahli dan kebutuhan riil penyintas di lapangan. Pemulihan bencana tidak bisa instan, tetapi membutuhkan pendampingan yang konsisten,” katanya.
Melalui KKN PPM Peduli Bencana ini, UGM berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi penyintas, sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Aceh.











