Headline

Medan Sulit dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla

Avatar
×

Medan Sulit dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gampong Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu 26 Januari 2026. [Foto: Polres Aceh Barat]

ByKlik.com | Meulaboh — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat. Hingga Minggu malam, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 19 hektare, dengan 14 hektare di antaranya telah berhasil ditangani oleh tim gabungan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat T. Ronald Nehdiansyah mengatakan karhutla tersebar di Kecamatan Johan Pahlawan, Woyla, Woyla Barat, Meureubo, Pante Ceureumen, dan Bubon.

“Penanganan telah dilakukan sejak laporan pertama diterima pada 15 Januari. Hingga saat ini, proses pemadaman dan pengendalian masih berlangsung di beberapa titik,” ujar Ronald berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Aceh Barat, Minggu, 25 Januari 2026.

Kebakaran pertama kali dilaporkan warga pada Kamis, 15 Januari 2026 sekitar pukul 15.45 WIB di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. Laporan serupa kemudian menyusul dari sejumlah kecamatan lain pada 23 dan 24 Januari 2026.

BPBD Aceh Barat mengerahkan tim gabungan yang terdiri atas Damkar BPBD, Damkar kecamatan, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh, Manggala Agni Daops Sum I Sibolangit, serta masyarakat setempat untuk melakukan pemadaman dan mencegah penjalaran api.

Baca Juga  Panwaslih Aceh Barat Luncurkan Forum Warga Pengawasan Partisipatif

Ronald menyebutkan sejumlah lokasi, seperti Gampong Aron Baroh di Kecamatan Woyla, telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, di Gampong Suak Raya dan Suak Nie, api masih dalam tahap pengendalian karena berpotensi meluas ke permukiman warga dan badan jalan.

“Di Kecamatan Pante Ceureumen, kebakaran terjadi di beberapa titik dengan kondisi tanah mineral, bukan gambut,” katanya.

Dampak karhutla antara lain kerusakan vegetasi, gangguan pernapasan akibat asap, serta diliburkannya kegiatan belajar mengajar di SD Suak Raya sebagai langkah antisipasi. BPBD juga membagikan masker kepada warga dan sekolah-sekolah terdampak.

Dalam proses pemadaman, tim gabungan menghadapi kendala berupa angin kencang dan keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran. Untuk mendukung operasi, BPBD mengerahkan dua unit drone, kendaraan operasional, mesin pompa air, selang, serta ATV guna menjangkau area yang sulit diakses.

Sementara itu, Polres Aceh Barat bersama BPBD dan TNI terus memfokuskan penanganan karhutla di kawasan Gampong Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan. Pemadaman dipimpin Kasat Polairud Polres Aceh Barat AKP Karianta dengan melibatkan personel Sat Polairud, Polsek Johan Pahlawan, dan masyarakat setempat.

Baca Juga  DPRA Lantik Tiga Anggota dari Partai Aceh, Bunda Salma Duduki Kursi Dewan

“Kondisi medan cukup sulit karena lahan gambut masih menyimpan panas di lapisan bawah dan sumber air terbatas. Namun kami tetap berupaya maksimal agar api benar-benar padam,” ujar AKP Karianta.

Personel gabungan melakukan pembasahan lanjutan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala serta menyisir area sekitar agar api tidak meluas ke lahan warga. Aparat juga mengintensifkan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan melalui AKP Karianta menegaskan pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh area dinyatakan aman dari potensi kebakaran susulan.

Hingga Minggu sore, sejumlah titik api berhasil dikendalikan. Namun tim gabungan masih bersiaga dan melanjutkan pembasahan di lokasi yang masih mengeluarkan asap, sebagai upaya memastikan situasi benar-benar terkendali.