Berita UtamaNasional

Ratusan Madrasah dan Ribuan Rumah Ibadah Kembali Berfungsi

Avatar
×

Ratusan Madrasah dan Ribuan Rumah Ibadah Kembali Berfungsi

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar [Foto: Kemenag]

ByKlik.com | Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memaparkan perkembangan rehabilitasi fasilitas terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan skala prioritas pemulihan rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren agar dapat kembali difungsikan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

“Jelang bulan Suci Ramadan, kami punya skala prioritas, terutama untuk rumah ibadah dan juga sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Menag menjelaskan, banjir di wilayah Sumatra berdampak pada 773 madrasah, 1.173 pondok pesantren, 1.593 rumah ibadah, dan 102 Kantor Urusan Agama (KUA). Dari jumlah tersebut, 110 madrasah mengalami rusak parah dan 13 lainnya harus direlokasi. Selain itu, 107 pesantren dan 40 rumah ibadah—terdiri atas 16 masjid dan 24 gereja—mengalami kerusakan berat. Satu KUA juga tercatat rusak berat.

Baca Juga  HMI: Pengalihan 4 Pulau Aceh untuk Sumut adalah Pengkhianatan Sistematis Negara

Meski demikian, proses rehabilitasi bertahap telah menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 650 madrasah kini kembali beroperasi dan kegiatan belajar-mengajar telah berjalan normal. “Alhamdulillah rehabilitasi bertahap sudah dilakukan dan sebagian besar madrasah sudah kembali digunakan,” kata Menag.

Pemulihan juga terjadi pada 1.066 pondok pesantren dan 1.553 rumah ibadah yang kini kembali difungsikan. Sebanyak 101 KUA telah beroperasi, sementara satu KUA yang rusaknya paling berat disiapkan layanan sementara sembari menunggu relokasi dan pembangunan kembali.

Untuk percepatan rehabilitasi, Kemenag menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam renovasi dan pembangunan ulang gedung madrasah yang rusak berat. “Renovasi dan pembangunan gedung-gedung madrasah kami kerjasama dengan Kementerian PU,” tegas Nasaruddin.

Dari sisi anggaran, Kemenag mengusulkan kebutuhan Rp85,5 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi 123 madrasah rusak berat. Untuk 107 pondok pesantren, dialokasikan Rp74,1 miliar, sedangkan 40 rumah ibadah mendapat bantuan stimulasi Rp20 miliar. Adapun relokasi satu KUA membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pengadaan lahan dan pembangunan baru.

Baca Juga  Kapolres Lhokseumawe Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Cepat

Menag juga mengungkap dukungan anggaran sebelumnya melalui Ditjen Pendidikan Islam pada 2025. Untuk Aceh, bantuan fasilitas pendidikan mencapai Rp1,8 miliar dan madrasah Rp13,1 miliar. Di Sumatra Utara, masing-masing Rp600 juta untuk pesantren dan madrasah. Sementara di Sumatra Barat, bantuan fasilitas pendidikan Rp9,4 miliar dan madrasah Rp4,2 miliar.

Nasaruddin mengapresiasi sinergi lintas kementerian/lembaga serta dukungan TNI-Polri dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pascabanjir Sumatra. “Alat berat bekerja siang dan malam. Mimbar, sound system, listrik, hingga jaringan sudah kami lengkapi. Semoga seluruh fasilitas bisa optimal kembali sebelum Ramadan,” ujarnya.